Keluarga

‎Warga Cipeundeuy Salurkan Santunan Rp47,6 Juta untuk Yatim dan Disabilitas‎‎

×

‎Warga Cipeundeuy Salurkan Santunan Rp47,6 Juta untuk Yatim dan Disabilitas‎‎

Sebarkan artikel ini

Majalengka, TINTAHIJAU.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terasa hangat di Masjid Al-Falah, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Senin (16/3/2026) malam.

Komunitas Cipeundeuy Peduli Yatim Piatu menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dan penyandang disabilitas dengan total dana mencapai Rp47.691.000.‎‎

Kegiatan bertema Meraih Berkah Dalam Indahnya Berbagi itu telah dimulai sejak pukul 15.00 WIB dan dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Suasana penuh haru dan kebersamaan tampak saat para penerima manfaat hadir bersama relawan dan para donatur.‎‎

Ketua panitia, Muin, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas di lingkungan sekitar.

‎‎“Anak-anak yatim di sekitar kita adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin hadir bukan hanya dengan simpati, tetapi juga aksi nyata,” ujarnya.‎‎

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dapat terselenggara berkat kerja sama panitia dan relawan, termasuk proses pendataan yang dilakukan secara langsung oleh tim di lapangan.‎‎

Sekretaris panitia, Empar, menjelaskan pendataan dilakukan secara teliti agar bantuan tepat sasaran.‎‎“Kami memastikan santunan ini benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan di desa kami,” katanya.‎‎

Dana yang terkumpul berasal dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya warga Desa Cipeundeuy, pelaku usaha, komunitas, serta donatur perorangan. Bantuan kemudian disalurkan dengan nilai Rp400.000 per orang kepada anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.‎‎

Panitia berharap santunan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menunjang keperluan pendidikan para penerima manfaat.

‎‎Kepala Desa Cipeundeuy, Yaskur, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai inisiatif masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong di tingkat desa.

‎‎“Ini contoh nyata kepedulian sosial. Dengan kebersamaan, kita bisa meringankan beban sesama. Pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.‎‎

Salah satu penerima santunan, Neneng (12), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berencana menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sekolah. “Alhamdulillah, senang sekali. Mau ditabung untuk beli buku,” ucapnya.