SUBANG, TINTAHIJAU.com – Stroke sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang umum terjadi pada orang dewasa atau lansia.
Namun, kenyataannya, penyakit ini dapat mengintai siapa pun, bahkan yang masih berusia 20 hingga 30 tahun. Stroke di usia muda bisa terjadi meskipun gejala yang muncul mungkin ringan.
Penyebab stroke pada usia muda berbeda dengan orang yang lebih tua. Salah satu penyebabnya adalah kelainan pada pembuluh darah, seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau riwayat stroke dalam keluarga. Faktor risiko lainnya adalah gaya hidup tidak sehat.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), tingkat stroke pada kelompok usia muda mengalami peningkatan tajam. Walau survei ini tidak mengidentifikasi penyebabnya, dokter menduga bahwa risiko stroke yang umum, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi, mungkin menjadi faktor utama.
Kemudian, ada perbedaan jenis kelamin dalam penderita stroke pada usia muda. Biasanya, lebih banyak pria yang terkena dibandingkan wanita. Hal ini karena hormon estrogen, yang masih diproduksi pada wanita usia muda, memberikan perlindungan alami pada dinding pembuluh darah. Pada usia lanjut, potensi terkena stroke menjadi setara karena kadar estrogen menurun.
Jenis stroke yang umum terjadi pada penderita usia muda adalah stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otak.
Faktor risiko lainnya yang dapat memicu stroke pada usia muda adalah:
1. Kelainan pada Jantung: Kelainan katup atau sekat jantung yang bocor dapat menyebabkan penggumpalan darah di jantung dan meningkatkan risiko stroke.
2. Pengentalan Darah: Kondisi seperti antiphospholipid syndrome atau talasemia dapat menyebabkan darah cenderung menggumpal, menyebabkan penyumbatan pembuluh darah kecil.
3. Penyumbatan pada Pembuluh Darah: Penyakit takayasu dan moyamoya adalah contoh penyakit yang dapat menyempitkan atau bahkan menutup pembuluh darah ke otak.
4. Arteriovenous Malformation (AVM): Kondisi ini melibatkan kelainan pada arteri dan vena di otak, yang bisa menyebabkan perdarahan.
5. Aneurisma: Pembuluh darah yang melebar dan tipis dapat pecah, menyebabkan perdarahan di otak.
6. Hemofilia: Kondisi ini mengganggu pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan di otak.
7. Kelainan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP): ITP mengakibatkan jumlah trombosit dalam darah sangat rendah, meningkatkan risiko perdarahan.
Stroke pada usia muda adalah masalah yang mengkhawatirkan dan serius. Mengetahui faktor risiko ini dapat membantu mencegahnya.
Jaga kesehatan jantung, kendalikan tekanan darah, dan gaya hidup sehat dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko stroke, bahkan pada usia muda. Konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi risiko pribadi Anda.





