INDRAMAYU, TINTAHIJAU.com – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak tegang setelah massa yang tergabung dalam Aliansi Topi Jerami melakukan aksi unjuk rasa pada hari ini. Ketegangan memuncak saat para demonstran melepaskan puluhan ekor ular ke arah aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Aksi pelemparan ular tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kekecewaan massa. Perwakilan aksi menyatakan bahwa mereka merasa diabaikan karena Bupati Indramayu, Lucky Hakim, tidak kunjung datang menemui mereka untuk melakukan audiensi.
“Kami datang membawa aspirasi rakyat, tapi tidak ada itikad baik dari pimpinan daerah untuk menemui kami,” ujar salah satu koordinator lapangan di sela-sela aksi, seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.
Massa Aliansi Topi Jerami membawa sejumlah isu krusial yang dianggap sebagai persoalan menahun di Kabupaten Indramayu. Beberapa poin tuntutan yang disampaikan antara lain:
- Masalah Sampah: Penanganan limbah dan kebersihan lingkungan yang dinilai buruk.
- Pendidikan: Akses dan kualitas pendidikan yang belum merata.
- Kondisi Ekonomi: Keluhan terkait sulitnya lapangan kerja dan kesejahteraan warga.
Meski sempat terjadi kepanikan akibat puluhan ular yang berkeliaran di area demonstrasi, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun laporan warga yang terkena gigitan ular.
Setelah sempat memanas, situasi perlahan mulai terkendali. Massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan ketat petugas. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di depan Pendopo Kabupaten Indramayu terpantau sudah kembali kondusif.





