TASIKMALAYA, TINTAHIJAU.com — Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, aksi balap liar kembali muncul di Kota Tasikmalaya. Jalan Letjen Mashudi menjadi salah satu lokasi yang kerap dijadikan arena pacu kendaraan oleh para remaja saat menunggu waktu berbuka puasa. Aktivitas tersebut dinilai meresahkan karena mengganggu ketertiban dan membahayakan pengguna jalan lain.
Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan sekelompok remaja memadati ruas jalan pada Jumat (20/2/2026) sore. Dalam rekaman itu, pengendara lain terlihat harus menghentikan laju kendaraan untuk memberi ruang kepada para pelaku balap liar yang bersiap di garis awal.
Menanggapi situasi tersebut, jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota menggelar patroli intensif di sepanjang Jalan Letjen Mashudi pada Sabtu (21/2/2026) sore. Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan sebanyak 70 personel dikerahkan untuk melakukan pemantauan.
“Alhamdulillah, hari ini tidak terpantau adanya kerumunan anak muda yang akan balapan liar, mungkin didukung juga oleh faktor cuaca hujan,” ujar AKP Riki seperti yang dilansir dari laman detikJabar, Minggu (22/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan aparat tidak akan ragu menindak tegas pelanggaran yang ditemukan. Kendaraan yang tidak memenuhi standar akan ditilang, sementara dugaan tindak pidana lainnya akan dilimpahkan ke satuan reserse kriminal.
AKP Riki juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyaksikan aksi tersebut karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. “Jika menemukan segera laporkan kepada kami,” kata Riki.
Keluhan turut disampaikan Karman (55), warga sekitar Jalan Letjen Mashudi. Ia mengaku resah dengan ulah para remaja yang terus menjadikan jalan umum sebagai lintasan balap. Menurutnya, para pelaku kerap menghindar saat patroli datang dan kembali beraksi ketika situasi dirasa aman.
“Pusing, nyiar-nyiar picilakaeun (cari-cari celaka), mengganggu orang lain. Kita mau menegur langsung jumlahnya banyak, jadi kita juga mikir dua kali,” kata Karman.
Sementara itu, Ketua Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tasikmalaya, Tantan Shadir Soniawan, menilai balap liar di jalan raya sangat berbahaya karena tidak memenuhi standar keselamatan dan dilakukan tanpa pengawasan resmi.
Ia menduga terbatasnya akses terhadap lintasan balap menjadi salah satu pemicu. Sebelumnya, lintasan di Lanud Wiriadinata sempat dimanfaatkan pembalap untuk berlatih, namun kini penggunaannya perlu dikoordinasikan kembali.
Sebagai upaya pencegahan, IMI berencana mengedukasi para pelaku balap liar dan mendorong penyediaan sarana resmi bagi pecinta otomotif. “Kami mendorong penyediaan sirkuit atau event resmi seperti drag race sebagai wadah penyaluran minat anak muda. Pemerintah daerah bisa memfasilitasi koordinasi dengan pihak Lanud, atau memanfaatkan jalan Lingkar Baru JB dengan pengawasan maksimal,” kata Tantan.
Dalam waktu dekat, IMI akan menjalin komunikasi dengan Danlanud Wiriadinata serta Wali Kota Tasikmalaya guna merumuskan program otomotif resmi. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan balap liar dan melindungi keselamatan generasi muda.




