BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperluas jangkauan penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik strategis. Hingga Mei 2026, sterilisasi trotoar di kawasan Jalan Sukajadi dan Pasar Cicadas (Jalan Ahmad Yani) telah rampung, menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa keberhasilan pembersihan ruang publik di Sukajadi dan Cicadas tidak lepas dari dukungan langsung Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Target penertiban berikutnya kini dialihkan ke kawasan Monumen Perjuangan (Monju), Jalan Dipati Ukur (DU), Hasanuddin, Bagusrangin, hingga Teuku Umar.
“Kawasan Jalan Gelap Nyawang di sekitar kampus ITB juga masuk dalam agenda penataan berikutnya,” ujar Farhan di Bandung, seperti yang dilansir di laman PRFMNews, Jumat (22/5/2026).
Farhan menegaskan, langkah ini diambil demi mengembalikan fungsi esensial ruang publik, terutama trotoar, agar hak pejalan kaki tidak tersita, fasad toko kembali terlihat, dan potensi kemacetan dapat diminimalisir.
“PKL itu boleh berjualan, tapi tidak boleh permanen atau semi permanen di ruang publik. Itu yang sekarang kita koreksi,” tegasnya.
Pemkot Bandung menargetkan seluruh program penataan PKL ini selesai pada tahun 2026. Kendati demikian, Farhan mengakui ada tantangan besar yang harus dihadapi pada beberapa titik krusial seperti kawasan Astanaanyar, Tegalega, Sudirman, dan Ciroyom.





