Megapolitan

Banjir dan Longsor Terjang 13 Kecamatan di Kabupaten Serang

×

Banjir dan Longsor Terjang 13 Kecamatan di Kabupaten Serang

Sebarkan artikel ini
Bencana tanah longsor di Kampung Babakan Jati, Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, Subang, pada Selasa (4/2/2025) pagi.

SERANG, TINTAHIJAU.com — Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang melanda 13 kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, Banten. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 3.164 unit rumah warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang sejak 2 Januari 2026. Dampaknya meluas hingga ke 20 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

“Dampaknya meluas di 20 desa pada 13 kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 3.514 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.700 jiwa,” ujar Ajat, Senin (5/1).

Berdasarkan data BPBD hingga Senin pagi, tercatat sebanyak 3.145 rumah terendam banjir. Selain itu, 13 rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah atau longsor, serta enam rumah rusak akibat terjangan angin kencang.

Ajat menjelaskan, banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum. Sedikitnya dua sekolah, dua masjid, dan dua musala ikut terdampak genangan air. Sektor pertanian pun mengalami kerugian setelah sekitar 108 hektare lahan persawahan di Kecamatan Pamarayan terendam banjir dengan usia tanaman padi berkisar 0–60 hari.

Kondisi terkini menunjukkan tinggi muka air di beberapa lokasi masih berkisar antara 5 hingga 45 sentimeter. Sebagian warga memilih melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman.

Adapun 13 kecamatan yang terdampak bencana tersebut meliputi Kecamatan Binuang, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Cikeusal.

BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Selain itu, BPBD juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi korban bencana berupa makanan siap saji, family kit, pakaian, obat-obatan, serta terpal.