“Mobil damkar yang membawa tengki ada 5 unit, yang 2 unit masih di bengkel dalam perbaikan turun mesin setengah bekas pemadaman Eks TPA dan yang 3 bisa dioperasikan untuk membawa tengki,” kata Dede
Di tengah peristiwa kebakaran yang terjadi hampir setiap hari ini, Dede mengaku kewalahan untuk melakukan penanganan.
“Kondisi kebakaran seperti sekarang ini, jelas nggak cukup sama sekali. Dampaknya kita tidak maksimal, apalagi untuk menjangkau daerah jauj,” imbuhnya
“Kita ada tiga unit bantuan hibah Jepang, itu tidak membawa tengki, tapi damkar pinjam tengki PMI supaya yang mobil hibah bisa dioperasikan,” terang Dede
Idealnya, untuk mengcover 30 kecamatan di Kabupaten Subang, jumlah unit armada Damkar sebanyak 30 unit dengan asumsi 1 kecamatan 1 arnada.
“Idealnya 1 Kecamatan 1 Armada, paling tidak 1 armada untuk dua kecamatan. Kita sudah ajukan, karena tahun lalu maaih covid jadi kena refocusing. Tahun ini kita ajukan lagi, mudan-mudanan gol,” imbuh Dede.