BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Aksi seorang penumpang kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang memicu gangguan operasional pada Selasa (7/4). Penumpang tersebut nekat menahan pintu kereta yang hendak menutup, sehingga mengakibatkan keterangkatan kereta mengalami keterlambatan.
Insiden ini bermula saat penumpang yang telah berada di dalam gerbong menyadari bahwa ada barang miliknya yang tertinggal di area peron. Secara spontan, ia mencoba mengganjal atau menahan pintu otomatis agar kereta tidak segera berangkat.
Dampak Operasional dan Teknis
Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sangat menyayangkan tindakan tersebut. Berdasarkan laporan resmi, aksi penumpang ini membawa dampak yang cukup signifikan:
- Keterlambatan Jadwal: Keberangkatan kereta terhambat hingga dua menit. Mengingat Whoosh beroperasi dengan jadwal yang sangat presisi, keterlambatan ini berpotensi memengaruhi rantai perjalanan berikutnya.
- Gangguan Sensor: Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sensor pintu otomatis terganggu. Hal ini memerlukan pengecekan ekstra untuk memastikan sistem keamanan tetap berfungsi normal sebelum kereta diizinkan melaju.
Himbauan bagi Penumpang
KCIC mengingatkan seluruh pengguna layanan Whoosh untuk selalu waspada terhadap barang bawaan sebelum masuk ke dalam kereta. Pintu kereta cepat bekerja secara otomatis dengan sistem keamanan tingkat tinggi; menghalangi jalannya pintu tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga merusak fasilitas publik dan merugikan penumpang lainnya.
“Tindakan menahan pintu tidak hanya mengakibatkan keterlambatan, tetapi juga dapat mengganggu fungsi sensor otomatis pada sarana kereta,” tulis pernyataan resmi pihak KCIC.
Para penumpang diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga ketertiban demi kenyamanan dan keselamatan bersama selama perjalanan.

