TANGERANG, TINTAHIJAU.com — Peristiwa kebakaran maut melanda kawasan pemukiman di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (30/5). Insiden yang menghanguskan dua bangunan tempat usaha tersebut dilaporkan merenggut satu korban jiwa.
Kabar musibah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Komandan Regu (Danton) Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Amirudin. Dirinya menjelaskan bahwa objek yang terbakar merupakan tempat perniagaan warga yang letaknya berdampingan.
“Yang terbakar dua bangunan, terdiri dari bengkel kendaraan bermotor dan sebuah warung sembako,” ujar Amirudin dalam keterangan resminya kepada jurnalis, seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.tv, dikutip Minggu (30/5/2026).
Amirudin menambahkan, peristiwa ini menyisakan duka mendalam akibat adanya korban meninggal dunia dalam amukan si jago merah. Korban berjenis kelamin perempuan tersebut diduga terjebak saat api mulai membesar dan melumat bangunan.
“Kalau korban jiwa ada jenis kelamin perempuan. Pada saat ditemukan (oleh petugas), posisi korban berada di dalam kamar mandi,” ungkap Amirudin.
Pihak berwajib bersama petugas segera mengevakuasi jenazah korban dari lokasi reruntuhan bangunan tak lama setelah api berhasil dikendalikan. Jasad korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja untuk dilakukan penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk nama (identitas korban) hingga saat ini masih diidentifikasi,” tuturnya lebih lanjut mengenai data korban.
Terkait kronologi penanggulangan bencana, pihak Damkar bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga setempat. Dua unit mobil pemadam kebakaran beserta 12 personel terlatih langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melokalisir perambatan api agar tidak meluas ke bangunan lain.
Petugas di lapangan berhasil menjinakkan si jago merah tanpa menemui hambatan yang berarti. “Untuk proses pemadaman kita tidak ada kendala, kurang lebih 10 menit area yang terdampak terbakar (sudah berhasil dipadamkan),” kata Amirudin.
Hingga berita ini diturunkan, asal muasal api yang memicu kebakaran hebat ini belum dapat dipastikan. Pihak Damkar bersama tim penyidik kepolisian setempat masih melakukan olah TKP lanjutan untuk mencari titik awal api.
“Untuk terjadi atau penyebabnya, kita masih dalam proses identifikasi penyidikan,” pungkas Amirudin menyudahi keterangannya.





