WASHINGTON, TINTAHIJAU.com — Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan tajam publik dalam beberapa hari terakhir. Rumor yang menyebar luas di media sosial menyebutkan bahwa sang Presiden dilarikan ke rumah sakit, sebuah klaim yang segera memicu reaksi keras dari pihak keluarga dan staf kepresidenan.
Awal Mula Spekulasi
Kegaduhan ini bermula pada 4 April 2026, ketika Gedung Putih mengumumkan status ‘press lid’, yang menandakan tidak adanya agenda publik tambahan bagi Presiden pada hari tersebut. Meski prosedur ini merupakan praktik umum dalam jadwal kepresidenan—terutama saat akhir pekan atau agenda tertutup—sejumlah netizen menganggapnya mencurigakan.
Situasi kian keruh setelah muncul klaim tanpa bukti yang menyebutkan Trump dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center. Sebuah video yang memperlihatkan Trump dibawa ke rumah sakit pun viral, meski belakangan diketahui bahwa video tersebut adalah rekaman lama dari kejadian di Pennsylvania pada tahun 2024.
Pembelaan Keluarga dan Gedung Putih
Menanggapi isu yang beredar, putra sulung Presiden, Donald Trump Jr., meluapkan kemarahannya di media sosial. Ia menegaskan bahwa ayahnya dalam kondisi baik dan sedang menjalankan tugas kenegaraan yang penting.
Senada dengan itu, Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, membantah tegas teori konspirasi tersebut.
“Kaum liberal yang kacau menciptakan teori konspirasi gila ketika Presiden tidak berbicara kepada pers selama 12 jam. Jangan takut! Presiden Trump benar-benar tidak pernah berhenti bekerja,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Riwayat Catatan Medis yang Disorot
Isu kesehatan ini sebenarnya bukan hal baru bagi Trump. Publik sebelumnya sempat menyoroti beberapa tanda fisik pada tubuh sang Presiden:
- Tanda Merah di Leher: Dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, mengklarifikasi bahwa bercak tersebut adalah efek samping krim kulit preventif yang diresepkan dan akan hilang dalam beberapa minggu.
- Memar di Tangan: Pada Juli lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump didiagnosis menderita chronic venous insufficiency, sebuah kondisi medis yang memengaruhi cara vena memompa darah ke jantung, yang sering kali meninggalkan bekas memar.
- Pembengkakan Pergelangan Kaki: Foto-foto terbaru sempat memicu spekulasi masalah kardiovaskular, namun pendukungnya bersikeras hal itu hanya karena sudut kamera atau potongan celana.
Hingga saat ini, Gedung Putih memastikan bahwa Presiden tetap menjalankan aktivitas resmi seperti biasa dan meminta publik untuk tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang sengaja disebarkan di media sosial.
Sumber: detikHealth





