SUBANG, TINTAHIJAU.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Aktivitas erupsi ini terpantau pada pukul 13:04 WIB, dengan kolom abu berwarna kelabu pekat yang condong ke arah barat laut.
Menurut laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.4 mm dan berlangsung selama sekitar 2 menit 2 detik. Dentuman erupsi terdengar hingga ke pos PGA Marapi, menandakan intensitas aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Status Level III (Siaga)
Saat ini, Gunung Marapi berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki, pengunjung, dan wisatawan diminta untuk tidak memasuki radius 4.5 km dari pusat erupsi, yaitu Kawah Verbeek. Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi harus waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.
KESDM juga memberikan rekomendasi agar masyarakat menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit jika terjadi hujan abu. Selain itu, dianjurkan untuk membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh serta mengamankan sumber air bersih.
Pentingnya Informasi yang Akurat
Pemerintah mengimbau semua pihak untuk menjaga suasana kondusif dan tidak menyebarkan berita bohong (hoax). Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan harus mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah. Koordinasi antara Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi sangat penting untuk mendapatkan informasi terkini tentang aktivitas Gunung Marapi.
Pemantauan dan Informasi Lebih Lanjut
Untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan rekomendasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses aplikasi android Magma Indonesia yang tersedia di Play Store, situs web Badan Geologi (https://geologi.esdm.go.id), situs web PVMBG (https://vsi.esdm.go.id), atau media sosial PVMBG (https://linktr.ee/PVMBG).
Erupsi Gunung Marapi kali ini menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari seluruh masyarakat dan pihak terkait. Dengan mengikuti arahan dan rekomendasi dari pemerintah serta terus memantau informasi terbaru, diharapkan dampak negatif dari erupsi ini dapat diminimalisir. Mari kita jaga keselamatan bersama dan hindari penyebaran informasi yang tidak akurat.





