SUBANG, TINTAHIJAUcom – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Subang mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur politik uang (money politic) dalam memilih calon kepala daerah (Cakada) Subang.
Ketua DPC LAKI Kabupaten Subang Muhammad Waryana Suhendi, SH mengatakan mendekati pemilihan kepala daerah (pilkada), terkadang ada calon kepala daerah melalui timnya menebar amplop berisikan uang atau bingkisan sembako.
“Secara sadar mereka telah melakukan politik uang atau money politic, sebuah praktik koruptif yang akan menuntun ke berbagai jenis korupsi lainnya,” ucap Waryana di Kabupaten Subang, Senin (7/10/2024).
Dia menjelaskan politik uang atau money politic sebuah upaya memengaruhi pilihan pemilih (voters) atau penyelenggara pemilu dengan imbalan materi atau yang lainnya. Dari pemahaman tersebut, politik uang adalah salah satu bentuk suap.
“Praktik ini akhirnya memunculkan pemimpin yang hanya peduli kepentingan pribadi dan golongan, bukan masyarakat yang memilihnya,” ucapnya.
Pemimpin yang terpilih karena melakukan poltik uang akan merasa berkewajiban mencari keuntungan dari jabatannya, salah satunya untuk mengembalikan modal yang keluar dalam kampanye.
Akhirnya setelah menjabat, pemimpin tersebut akan melakukan berbagai kecurangan, menerima suap, gratifikasi atau korupsi lainnya dengan berbagai macam bentuk.
“Tidak heran jika politik uang disebut sebagai mother of corruption atau induknya korupsi. Untuk itu, masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan politik uang, karena akan merugikan ke depannya,” ujarnya.
Kerugian tersebut, menurut dia, bisa saja pembangunan Kabupaten Subang tidak lebih baik, malah lebih buruk dari sebelumnya. Jadi, politik uang sangat berbahaya bagi masa depan Kabupaten Subang.
“Untuk itu, pilih calon kepala daerah yang punya komitmen dalam pemberantasn korupsi, yakni yang tidak melakukan politik uang,” pesannya.





