Megapolitan

Jelang Lebaran 2026, Pemudik Motor Mulai Kuasai Jalur Pantura Cirebon

×

Jelang Lebaran 2026, Pemudik Motor Mulai Kuasai Jalur Pantura Cirebon

Sebarkan artikel ini

CIREBON, TINTAHIJAU.com – Memasuki masa mudik Lebaran 2026, arus lalu lintas di jalur arteri Pantai Utara (Pantura) wilayah Cirebon mulai menunjukkan lonjakan yang berarti. Berdasarkan pendataan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon, tercatat sudah ada 24.000 unit kendaraan yang melintas memadati kawasan tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo, memaparkan bahwa kepadatan ini merupakan imbas dari aturan pembatasan operasional bagi kendaraan berat bersumbu tiga. Demi mencegah kemacetan parah di dalam jalan tol, armada berukuran besar tersebut akhirnya dialihkan perjalanannya untuk melewati jalan arteri.

“Untuk jalur arteri, ada peningkatan volume kendaraan mencapai 24.000. Hal ini mengingat adanya pembatasan sumbu tiga yang dikeluarkan dari jalur tol dan diarahkan ke jalur arteri,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026) dikutip dari laman detikJabar.

Pemudik Motor Curi Start Manfaatkan WFA

Geliat pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua, terpantau mulai meningkat semenjak pukul 07.00 WIB pagi. Menurut AKP Yudha, mayoritas pengendara motor ini adalah para pekerja asal ibu kota dan sekitarnya. Banyak dari mereka yang memutuskan untuk pulang kampung lebih cepat karena perusahaan tempat mereka bekerja telah memberlakukan sistem Work From Anywhere (WFA).

Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Guna mengantisipasi proyeksi lonjakan pemudik yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), aparat kepolisian setempat telah meracik berbagai skenario pengaturan jalan. Apabila antrean kendaraan mulai mengular di titik-titik krusial, polisi bersiap memberlakukan rekayasa contraflow (lawan arus).

Beberapa area yang mendapat pengawasan ekstra ketat dari petugas meliputi kawasan Pasar Sandang Tegalgubug serta Perempatan Weru.

Khusus di Perempatan Weru, pihak kepolisian juga akan mengaplikasikan sistem trailing. Metode ini diterapkan untuk menertibkan laju kendaraan agar tidak ada pengemudi yang melakukan putar balik atau berbelok arah secara sembarangan, baik itu yang mengarah ke Sumber maupun ke pusat Kota Cirebon.

“Polresta Cirebon juga telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis sepanjang jalur Pantura hingga perbatasan,” ucapnya.

Imbauan Keselamatan untuk Para Pemudik

Lebih jauh, Yudha mewanti-wanti seluruh pelaku perjalanan jauh untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap tunggangan mereka demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya.

“Pastikan kendaraan dalam keadaan sehat. Cek dan ricek servis kendaraan, mulai dari ganti oli hingga sistem pengereman, karena faktor rem blong sering kali menjadi penyebab kecelakaan,” tegasnya.

Tidak hanya faktor teknis kendaraan, kebugaran tubuh sang pengemudi juga memegang peranan vital dalam keselamatan mudik.

“Jaga kondisi kesehatan. Apabila sudah merasa mengantuk, menepilah dan jangan memaksakan diri,” tambahnya.

Sebagai langkah penunjang keselamatan berlalu lintas di malam hari, Polresta Cirebon juga tengah berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon terkait perbaikan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dikeluhkan masih minim di beberapa ruas Pantura. Hal ini diharapkan dapat segera dituntaskan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintas.