TARAKAN, TINTAHIJAU.com — Jenazah pilot pesawat Pelita Air yang mengalami kecelakaan di Desa Pa Betung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Bogor, Jawa Barat.
Proses pemulangan dilakukan secara bertahap. Tim Basarnas Tarakan menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship dan tiba di Bandara Long Bawan untuk menjemput jenazah Kapten Hendrik Lodewyck Adam. Selanjutnya, jenazah diterbangkan menuju Bandara Tarakan.
Dari Tarakan, jenazah diberangkatkan melalui Bandara Juata menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Setibanya di ibu kota, jenazah langsung dibawa ke Bogor untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kronologi Kecelakaan
Insiden nahas tersebut terjadi pada Kamis siang, ketika pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pelita Air jatuh di Pegunungan Pa Remayo, wilayah Kerayan Timur, Kabupaten Nunukan.
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA itu diketahui lepas landas dari Bandara Long Bawan dengan tujuan Tarakan. Penerbangan tersebut membawa muatan BBM yang akan didistribusikan ke wilayah perbatasan.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penanganan dan pendalaman atas peristiwa jatuhnya pesawat tersebut.





