KUALA LUMPUR, TINTAHIJAU.com — Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dilarikan ke Institut Jantung Nasional (IJN), Kuala Lumpur, Selasa (6/1/2026) pagi, setelah terjatuh di kediamannya pada dini hari. Mahathir dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 09.30 waktu setempat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Kondisi kesehatan Mahathir dikonfirmasi oleh ajudannya, Suffi Yusoff. Ia menyatakan bahwa mantan perdana menteri tersebut berada dalam pengawasan ketat tim medis.
“Ya, beliau dirawat di IJN karena terjatuh dan saat ini sedang dalam pengawasan ketat,” kata Suffi Yusoff, seperti dikutip dari Astro Awani.
Mahathir Mohamad yang kini berusia 100 tahun dikenal memiliki kondisi kesehatan yang relatif baik meski telah memasuki usia lanjut. Selama ini, ia masih kerap tampil di hadapan publik, aktif menulis, serta berbagi pandangan dan tips kesehatan agar tetap bugar di usia senja.
Dalam wawancara dengan Channel News Asia pada Juli lalu, bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-100, Mahathir mengaku merasa sedikit cemas mencapai usia tersebut.
“Tidak banyak orang yang mencapai usia itu,” ujarnya. Ia menambahkan, banyak harapan yang disematkan kepadanya, meski ia sendiri berharap masih dapat berfungsi dengan baik setelah berusia satu abad.
Meski demikian, Mahathir menegaskan dirinya bukan tipe orang yang berdiam diri karena faktor usia. Ia mengaku tidak memiliki penyakit berbahaya, meskipun pernah beberapa kali menjalani operasi jantung. Menurutnya, kunci menjaga kesehatan adalah berhati-hati dalam memilih makanan, tetap aktif, dan menjaga otak agar terus bekerja.
“Otak itu seperti otot. Jika tidak digunakan, ia akan mengalami kemunduran,” katanya.
Dalam keseharian, Mahathir masih aktif menulis di papan tulis andalannya, yang kemudian dituangkan ke media sosial atau dibagikan melalui aplikasi pesan singkat. Ia juga disiplin menjalani rutinitas harian, mulai dari bangun pagi, sarapan, bekerja, mengadakan rapat, berpidato, hingga menulis jika kondisi memungkinkan.
Untuk menjaga kebugaran, Mahathir rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki mengelilingi rumah sebanyak lima hingga enam putaran, serta sesekali bersepeda tandem. Ia juga menjaga pola tidur sekitar tujuh jam per hari, menghindari kafein setelah pukul 13.00, dan memiliki kebiasaan meminum cokelat panas tanpa gula setiap pagi.
Berat badannya dijaga di kisaran 62 kilogram, meski belakangan ia mengakui berat badannya naik menjadi 62,8 kilogram.
“Berat badan itu sudah di atas standar saya,” ujarnya.
Hingga kini, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan lanjutan mengenai kondisi terkini Mahathir Mohamad. Publik Malaysia dan internasional pun menanti perkembangan kesehatan tokoh sentral politik Negeri Jiran tersebut.




