Megapolitan

Negosiasi Iran-AS di Pakistan Berakhir Tanpa Kesepakatan

×

Negosiasi Iran-AS di Pakistan Berakhir Tanpa Kesepakatan

Sebarkan artikel ini
Seorang pejabat Pakistan terlihat saat kedatangan Wakil Presiden AS JD Vance untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (AP/AP)

TEHERAN, TINTAHIJAU.com — Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Minggu (12/4/2026) berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. Pemerintah Iran menyatakan kegagalan tersebut dipicu oleh perbedaan mendasar dalam sejumlah isu penting yang dibahas kedua pihak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuturkan sejak awal pihaknya tidak menargetkan tercapainya kesepakatan dalam satu putaran pembicaraan.

“Tentu saja, sejak awal kita tidak seharusnya mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu sesi saja. Tidak ada yang mengharapkan hal seperti itu,” ujar Baqaei, dikutip dari televisi pemerintah IRIB yang dilansir dari laman BeritaSatu.

Ia menjelaskan, perundingan menemui jalan buntu akibat adanya perbedaan pandangan antara kedua negara, khususnya dalam dua hingga tiga isu utama.

“Pada akhirnya, pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Baqaei tanpa merinci poin-poin yang menjadi hambatan.

Meski gagal mencapai kesepakatan, Baqaei menyebut terdapat sejumlah topik yang telah menunjukkan adanya titik temu awal antara delegasi Iran dan AS. Salah satu isu yang dibahas dalam perundingan tersebut adalah terkait Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global. Namun, tidak dijelaskan secara rinci apakah pembahasan program nuklir Iran menjadi bagian utama dalam dialog tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Iran akan terus menjalin komunikasi dengan Pakistan serta negara-negara lain di kawasan guna mendorong kelanjutan dialog diplomatik.

Pakistan Dorong Gencatan Senjata

Sebagai tuan rumah, pemerintah Pakistan turut mendorong kedua pihak untuk tetap menjaga komitmen terhadap gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menekankan pentingnya konsistensi semua pihak dalam mematuhi kesepakatan tersebut.

“Sangat penting bagi semua pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pakistan akan terus mengambil peran sebagai mediator guna mempertemukan kembali Iran dan AS dalam perundingan selanjutnya.

Respons Negara Barat

Kegagalan perundingan ini juga menuai respons dari sejumlah negara Barat. Pemerintah Inggris dan Australia menyatakan kekecewaannya atas mandeknya proses diplomasi tersebut.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menegaskan bahwa langkah utama saat ini adalah menjaga gencatan senjata serta melanjutkan proses negosiasi.

“Prioritas sekarang adalah melanjutkan gencatan senjata dan kembali ke negosiasi,” ujarnya.

Ia juga menyebut berakhirnya pembicaraan tanpa kesepakatan sebagai hal yang “sangat mengecewakan”.

Senada, Menteri Inggris Wes Streeting menilai belum tercapainya terobosan bukan akhir dari upaya diplomasi. Ia menegaskan bahwa proses negosiasi memang kerap membutuhkan waktu panjang.

“Seperti biasa dalam diplomasi, Anda akan terus gagal sampai berhasil. Jadi, meskipun pembicaraan ini mungkin tidak berakhir dengan sukses, bukan berarti tidak ada gunanya untuk terus mencoba,” kata Streeting kepada Sky News.