Megapolitan

Pencarian Korban Longsor Cisarua Sempat Dihentikan, 24 Jenazah Dievakuasi

×

Pencarian Korban Longsor Cisarua Sempat Dihentikan, 24 Jenazah Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

CISARUA, TINTAHIJAU.com — Proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada hari ketiga, Senin (26/1/2026), sempat dihentikan sementara akibat hujan deras yang kembali mengguyur lokasi kejadian. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan yang membahayakan keselamatan petugas.

Personel Badan Search and Rescue (SAR) Bandung, Agung, mengatakan penghentian sementara pencarian dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, hujan deras meningkatkan risiko pergerakan tanah di area longsor. “Pencarian kami hentikan sementara karena ada potensi bahaya yang dapat timbul terhadap petugas di lapangan,” ujarnya.

Agung menegaskan potensi longsor susulan masih ada, sebagaimana yang terjadi pada hari kedua pencarian, ketika terjadi pergerakan tanah dari mahkota longsor. Karena itu, pencarian baru akan dilanjutkan setelah kondisi cuaca dinilai aman.

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan lima unit alat berat. Area pencarian dibagi menjadi tiga sektor, yakni A1, A2, dan B1. Sektor A1 menjadi fokus utama, khususnya di area A1 tengah. Pada sektor tersebut, tim kembali menemukan satu jenazah pada Senin pagi, serta mengidentifikasi indikasi dua korban lain yang masih tertimbun material longsor.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyebut hingga Minggu (25/1/2026) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan telah menyerahkan 24 kantong jenazah kepada Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Selain alat berat, pencarian juga dibantu anjing pelacak K9 dari kepolisian, dengan total 450 personel SAR gabungan dikerahkan.

Ade menambahkan, berdasarkan laporan awal, sebanyak 80 orang masih dinyatakan hilang. Pencarian korban terus diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan petugas.

Longsor terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026) akibat hujan deras berintensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah tertimbun material tanah serta menimbulkan korban jiwa dan orang hilang dalam jumlah besar.