Megapolitan

Psikolog Anak Tanggapi Kasus Viral Ibu Muda yang Lakukan Pencabulan terhadap Anak Balitanya

×

Psikolog Anak Tanggapi Kasus Viral Ibu Muda yang Lakukan Pencabulan terhadap Anak Balitanya

Sebarkan artikel ini
Seorang ibu di Tangerang ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap anaknya sendiri. Videonya pun sempat diunggah ke media sosial (niekverlaan/Pixabay)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Belakangan ini, publik dikejutkan dengan beredarnya video asusila yang memperlihatkan aksi tak senonoh seorang ibu muda terhadap anak balitanya. Kasus ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk para psikolog anak. Vera Itabiliana, Spsi, seorang psikolog anak, memberikan tanggapannya terhadap kasus yang mengejutkan ini.

Menurut Vera, tindakan R, ibu dari korban, benar-benar di luar akal sehat. “Benar-benar di luar akal sehat, seorang ibu yang diharapkan bisa menjadi pengasuh, pelindung anak dari segala macam hal-hal negatif di luar maupun di dalam rumah ternyata justru menjadi predator di sini,” ujar Vera mengutip Grid.ID, Rabu (5/4/2024).

Faktor Penyebab

Vera menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang diduga menjadi penyebab R melakukan pencabulan terhadap anaknya, yaitu fungsi mental dan cara berpikir. R diduga belum siap memiliki anak lantaran usianya yang masih muda. R menikah pada usia 16 tahun dan saat ini memiliki dua anak yang masing-masing berusia lima tahun dan lima bulan.

“Yang paling gampang dilihat adalah bukti ketidaksiapan menjadi orangtua, menjadi ibu. Nah, kalau kenapa dia tidak siap menjadi ibu tentu banyak faktor juga,” terang Vera.

Dampak Psikologis pada Anak

Tentu saja, perhatian utama tertuju pada dampak psikologis terhadap anak yang menjadi korban pelecehan oleh orang tuanya sendiri. Vera menekankan bahwa dampaknya akan sangat besar, terutama ketika anak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Meski demikian, anak yang menjadi korban pelecehan masih bisa disembuhkan secara psikologis. Namun, proses penyembuhan ini membutuhkan perhatian khusus.

Sesuai dengan saran Vera, sang anak perlu menjadi anak negara, disembuhkan traumanya, dan dikembalikan kondisi psikologisnya. Ini memerlukan intervensi dari pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan pemulihan yang menyeluruh.

PR bagi Keluarga dan Pemerintah

Vera juga menyebut bahwa ada pekerjaan rumah besar bagi keluarga maupun pemerintah berkaitan dengan maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak kandung. “Di lingkungan keluarga agar anak diajari sejak dini soal pencegahan kekerasan melalui pengasuhan dan edukasi agar mereka berani mengatakan tidak meski tak mudah dilakukan karena pengasuhan di rumah,” tukasnya.

Penting bagi keluarga untuk memberikan edukasi sejak dini mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual. Pemerintah juga diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan hukum dan pemulihan psikologis bagi korban, serta mengawal kasus-kasus serupa dengan tegas.

Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan mental dalam menjalani peran sebagai orang tua, serta perlunya dukungan dan edukasi yang memadai bagi keluarga muda. Selain itu, intervensi dari pemerintah dan lembaga terkait sangat diperlukan untuk menangani dan mencegah kasus-kasus kekerasan terhadap anak di masa mendatang.