Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengintensifkan penyaluran program zakat produktif yang difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi memutus rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pengelolaan zakat yang dinilai lebih tepat sasaran, transparan, dan profesional.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Agus Asri Sabana, mengatakan penguatan program ini didasari meningkatnya kebutuhan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menyentuh akar persoalan sosial, seperti keterbatasan pendidikan dan kesehatan.
”Di sektor pendidikan, BAZNAS Majalengka menyalurkan zakat melalui sejumlah program, di antaranya bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu, penyediaan perlengkapan belajar, serta pelatihan keterampilan dan kewirausahaan,” ujar Agus Asri Sabana, Minggu (31/05/2026).
“Program tersebut juga mencakup pemberian beasiswa bagi pelajar dan santri berprestasi yang terancam putus sekolah, guna memastikan keberlanjutan pendidikan mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, di bidang kesehatan, BAZNAS menyediakan layanan ambulans gratis, bantuan biaya pengobatan, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat. “Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan warga sehingga dapat menunjang produktivitas,” ucapnya.
BAZNAS Majalengka juga menegaskan komitmennya dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Berbagai inovasi, termasuk layanan digital seperti kalkulator zakat, terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat.
“Melalui program tersebut, BAZNAS berharap zakat dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membangun kemandirian umat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Majalengka,” tandasnya.





