Megapolitan

Ratusan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Alami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

×

Ratusan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Alami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Sebarkan artikel ini
unung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus pada Sabtu (9/11/2024) pukul 04.47 Wita. (Sumber: Dok. PGA Lewotobi Laki-laki/Kompas.com)

FLORES TMUR, TINTAHIJAU.com – Ratusan pengungsi yang merupakan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dilaporkan mengalami masalah kesehatan.

Salah satu penyakit yang banyak menyerang para pengungsi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Flores Timur, Hironimus Lamawuran, menyebutkan bahwa sebanyak 119 orang pengungsi terserang ISPA.

Selain ISPA, para pengungsi juga mengalami penyakit lain seperti luka (vulnus), sakit kepala (chepalgia), radang lambung (gastritis), konstipasi, serta beberapa penyakit lainnya. Hironimus mengungkapkan bahwa total jumlah pengungsi yang menderita berbagai penyakit mencapai 400 orang. “Paling banyak kasusnya adalah ISPA, yaitu sebanyak 119 kasus,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (9/11/2024).

Upaya Penanganan di Posko Pengungsian

Hironimus menambahkan bahwa saat ini para pengungsi yang terserang penyakit telah mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan di setiap posko pengungsian. Para tenaga medis disiagakan selama 24 jam dengan sistem shift untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal. Selain itu, armada kesehatan juga telah disiapkan untuk merujuk pasien ke puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka jika kondisi mereka memburuk.

“Saat ini, tim medis kami terus siaga di posko-posko dan siap memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi,” ucapnya

Dikutip dari laman KOMPAS.tv, menurut laporan dari dokter yang bertugas di Puskesmas Lewolaga, Kecamatan Titehena, Yuliana Maria Kancung, penyakit yang paling banyak dialami pengungsi adalah batuk, pilek, dan nyeri badan. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh paparan abu vulkanik, tetapi juga karena para pengungsi tinggal dalam ruangan dengan jumlah orang yang banyak, sehingga penularan penyakit terjadi lebih mudah.

Yuliana mengimbau agar para pengungsi selalu mengenakan masker, terutama bagi mereka yang mengalami gejala batuk dan pilek, serta menjaga kebersihan diri. “Tetap gunakan masker dan jaga kebersihan, terutama bagi yang sedang sakit,” imbaunya.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) malam telah menyebabkan ribuan warga mengungsi. Dampak dari erupsi ini tidak hanya berupa ancaman bahaya abu vulkanik, tetapi juga kondisi kesehatan para pengungsi yang semakin memprihatinkan. Dalam kondisi seperti ini, perhatian terhadap penanganan kesehatan menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas di kalangan pengungsi.