BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bandung pada Sabtu (28/3/2026) siang memicu insiden mencekam di kawasan perempatan Jalan Terusan Buahbatu. Dua papan reklame berukuran raksasa tumbang dan menimpa sejumlah kendaraan yang tengah terparkir di bawahnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan pantauan di lapangan, dua reklame yang roboh tersebut berlokasi di depan toko B-Quick dan gerai Mie Gacoan. Meski reklame di depan B-Quick tidak menimbulkan kerusakan fatal, reklame di depan Mie Gacoan dilaporkan menimpa empat unit kendaraan, yakni sebuah Suzuki Katana, satu unit minibus, dan dua unit truk.
Salah satu korban terdampak, Fadli, pemilik Suzuki Katana bernomor polisi D 1849 VC, menuturkan bahwa saat kejadian ia sedang menyantap makan siang bersama keluarganya di dalam gerai Mie Gacoan.
“Tadi sampai sini sebelum Dzuhur. Awalnya cuaca panas, tapi tidak lama kemudian hujan turun sangat deras,” ujar Fadli.
Ia mengaku terkejut saat mendengar pengumuman dari pengeras suara pihak manajemen restoran yang mengabarkan bahwa mobil oranye miliknya telah tertimpa material reklame. “Saya langsung cek sambil hujan-hujanan, ternyata benar posisi mobil sudah tertimpa,” tambahnya.
Nasib serupa dialami Yudha Satria, pemilik Daihatsu Sigra bernomor polisi D 1336 YCO. Mobilnya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kaca depan dan bumper. Yudha berharap pihak pemilik reklame memberikan kompensasi penuh atas kerugian yang dialaminya.
“Tadi sudah mengobrol dengan pihak manajemen, Alhamdulillah mereka menyatakan mau bertanggung jawab. Yang penting bagi saya ada kompensasi karena kerusakannya lumayan,” pungkas Yudha.
Desak Evaluasi Izin Reklame Pasca-insiden ini, para korban meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk bertindak tegas. Mereka mendesak agar dilakukan peninjauan ulang terhadap seluruh izin dan kelaikan konstruksi papan reklame di titik-titik rawan Kota Bandung guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Untung saja sekarang tidak ada korban jiwa. Kalau sampai ada, bagaimana? Saya harap Pemkot Bandung meninjau kembali izin-izin reklame ini supaya tidak membahayakan nyawa orang lain,” tegas Fadli.
Hingga berita ini diturunkan, petugas terkait masih berupaya melakukan evakuasi material reklame agar tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan Terusan Buahbatu yang sempat tersendat.





