Megapolitan

Sebagian Area Eks TPA Panembong Subang Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Misterius

×

Sebagian Area Eks TPA Panembong Subang Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Misterius

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kebakaran melanda sebagian area eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Kabupaten Subang. Hingga kini, penyebab kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (11/7/2026) itu masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan petugas.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Subang, Dede Rosmayadi, mengatakan pihaknya baru menerima laporan kebakaran pada Senin (13/7/2026). Namun, proses penanganan sempat terkendala karena akses menuju lokasi sedang diperbaiki.

“Kebakaran terjadi sejak Sabtu 11 Juli 2026 pekan lalu. Untuk penyebab awalnya, belum bisa diketahui dari mana dan belum bisa dipastikan,” ujar Dede, Rabu (15/7/2026).

Menurut Dede, api diperkirakan telah membakar sekitar setengah dari total luas eks TPA Panembong yang mencapai 6,5 hektare. Luasnya area yang terbakar, ditambah kondisi tumpukan sampah lama yang masih menyimpan bara api di bawah permukaan, membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Untuk mengendalikan kebakaran, sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Tim tersebut terdiri atas 20 personel Damkar, 5 personel BPBD, dan 5 personel PMI. Proses pemadaman dilakukan sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

Meski demikian, upaya pemadaman belum dapat dituntaskan karena keterbatasan pasokan air. Petugas pun menjadwalkan kembali operasi pemadaman pada Rabu (15/7/2026) dengan menambah armada pengangkut air.

“Penanganan kebakaran akan dilanjutkan lagi karena hari ini kekurangan water supply. Kami sudah berkoordinasi dengan PMI untuk meminjam mobil pembawa air agar proses pemadaman lebih maksimal,” kata Dede.

Asap pekat yang terus keluar dari area eks TPA Panembong juga diduga menjadi salah satu penyebab kabut asap yang belakangan dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Subang Kota. Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat mengaku mencium bau asap menyengat pada malam hingga pagi hari yang memicu batuk, sesak napas, dan gangguan pernapasan lainnya.

Hingga kini, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan guna memastikan seluruh titik api benar-benar padam serta mencegah kebakaran kembali meluas. Sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.