Megapolitan

Siswa Lecehkan Guru di SMAN 1 Purwakarta, Disdik Jabar Ungkap Kronologi dan Lakukan Pembinaan

×

Siswa Lecehkan Guru di SMAN 1 Purwakarta, Disdik Jabar Ungkap Kronologi dan Lakukan Pembinaan

Sebarkan artikel ini
Video viral siswa SMA di Purwakarta acungkan jari tengah kepada guru (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA, TINTAHIJAU.com – Perbuatan tidak pantas yang dilakukan sejumlah siswa terhadap seorang guru di SMAN 1 Purwakarta akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Insiden yang sempat viral di media sosial tersebut terjadi usai kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, mengungkapkan bahwa peristiwa itu bermula setelah para siswa menyelesaikan pelajaran kebhinekaan. Dalam kegiatan tersebut, siswa diketahui mempresentasikan aneka makanan hasil olahan mereka.

“Setelah selesai pelajaran, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu,” ujar Purwanto, sepertiyang dilansir dari laman detikJabar, dikutip Senin (20/4/2026).

Menurutnya, pihak sekolah bergerak cepat dengan memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua masing-masing. Dari hasil klarifikasi, para siswa mengakui kesalahan dan menunjukkan penyesalan atas tindakan mereka.

“Anak-anak dipanggil, orang tua dipanggil, semua menyadari telah melakukan kesalahan. Orang tuanya juga menyayangkan, anaknya menyesal, kemudian sekolah melakukan langkah pembinaan,” katanya.

Purwanto menyebutkan, kejadian tersebut berlangsung pada Kamis lalu dan melibatkan sembilan siswa dari kelas XI IPS. Aksi itu sempat direkam dan menyebar luas di media sosial sehingga memicu kecaman publik.

“Kejadiannya hari Kamis. Itu kelas XI IPS, ada sembilan siswa yang melakukan,” ungkapnya.

Meski demikian, Disdik Jabar masih mendalami motif di balik tindakan para siswa tersebut. Hingga saat ini, alasan pasti dari aksi tersebut belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran oleh pihak sekolah.

“Kita belum dalami sampai ke situ, alasannya apa, itu masih didalami,” ujarnya.

Ia menambahkan, insiden tersebut merupakan kejadian pertama di sekolah tersebut. Guru yang menjadi korban diketahui merupakan tenaga pengajar baru bernama Ibu Atum, yang mengampu mata pelajaran PKN.

Sebagai langkah lanjutan, Disdik Jabar menekankan pentingnya pendekatan pembinaan karakter bagi para siswa. Upaya yang dilakukan tidak hanya berupa sanksi, tetapi juga pembentukan empati dan kedisiplinan.

“Anak-anak dilakukan pembinaan karakter, dilatih empati, disiplin, dan disesuaikan dengan perkembangan mereka,” jelas Purwanto.

Disdik Jabar berharap, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.