SUKABUMI, TINTAHIJAU.com — Sejumlah siswa SD di Kampung Babakan, Desa Mekarjaya, Kabupaten Sukabumi, terekam melakukan aksi protes terkait akses jalan yang rusak berat. Mereka membentangkan poster bertuliskan “Kami Lebih Butuh Perbaikan Jalan Daripada MBG!”, pesan yang kini dipasang warga di batang pohon di tepi jalan rusak tersebut.
Setiap hari, puluhan siswa harus menyusuri jalur yang nyaris putus akibat longsor. Jalan berubah menjadi lumpur tebal dan licin sehingga tak bisa dilalui kendaraan. Warga pun terpaksa berjalan kaki sambil memanggul barang dan menjaga langkah agar tidak terpeleset ke jurang di sisi jalan.
Tokoh masyarakat, Ustaz Syamsuloh (60), menjelaskan bahwa warga membuat jalur darurat setelah longsor besar pada Januari memutus akses utama Babakan–Warungkiara.
“Motor enggak bisa lewat sama sekali. Anak sekolah tiap hari digendong… nanti jam 10.00 balik lagi (digendong lagi),” ujarnya seperti dilansir dari laman detikJabar, Selasa (10/2/2026).
Hal serupa disampaikan Ketua RT 03/04 Kampung Babakan, Dedem, yang membenarkan lokasi foto protes tersebut.
“Itu anak-anak sekolah yang sering lewat… karena jalannya rusak dan becek, mereka seringkali tidak bisa lewat sendiri,” katanya.
Menurutnya, longsor terus berulang setiap musim hujan sehingga upaya warga membersihkan jalan selalu sia-sia. Kerusakan sekitar 100 meter pada jalan berstatus milik pemda ini berdampak besar, terutama bagi sekitar 50 siswa menuju SD Sukamukti yang berjarak hanya 200 meter dari titik longsor.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses vital tersebut, menjawab sindiran para siswa yang terpaksa menantang lumpur demi bisa bersekolah.





