SUKABUMI, TINTAHIJAU.com — Alunan gamelan Sunda mengiringi aksi belasan pesilat asal Italia di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi, Sabtu (23/5/2026). Dalam acara tahunan bertajuk Sunda Camp tersebut, sebanyak 11 dari 16 pesilat asing yang hadir tampil luwes memperagakan teknik pencak silat aliran Sera di hadapan ratusan penonton dan santri.
Pendiri Ponpes Dzikir Al-Fath sekaligus Guru Besar Pencak Silat Sang Maung Bodas, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa ajang lintas negara ini menjadi ruang bertukar pengetahuan tentang variasi aliran pencak silat.
“Kita sharing dari berbagai macam aliran untuk memahami kekayaan pencak silat yang begitu banyak variasinya, dan alhamdulillah tadi jadi pelajaran buat anak-anak kita,” kata Fajar seperti yang dikutip dari laman detikJabar, Minggu (24/5/2026).
Fajar menambahkan, kehadiran para pesilat Eropa ini membuktikan bahwa pencak silat—yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO—makin berkembang di mancanegara.
“Kesempatan ini juga dalam rangka memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia. Diharapkan bisa menyebar, terutama di Italia hari ini yang dipimpin oleh Guru Max,” ujarnya.
Peluncuran Buku Riset Budaya Sunda
Momen istimewa terjadi saat guru besar pencak silat asal Italia, Massimiliano Morandini atau Guru Max, membagikan buku hasil riset puluhan tahunnya berjudul Shamanism, Rituals, and Practices of Power in Pencak Silat, Maen Po and Silek. Buku yang diedarkan global ini mengulas ragam silat Nusantara, pengobatan tradisional, hingga ritual adat Sunda.
“Di dalam buku itu ada pencak silat aliran Sang Maung Bodas yang sudah diteliti oleh Guru Max. Bukan hanya pencak silat, tapi juga pengobatan, upacara adat, dan budaya Sunda. Buku itu diedarkan di seluruh dunia,” tutur Fajar.
Guru Max yang telah menggeluti pencak silat selama 45 tahun mengaku terpikat oleh nilai spiritualitas dan filosofi hidup di dalamnya.
“Tahun demi tahun saya jatuh cinta di budaya Sunda. Menurut saya, juga untuk penelitian saya, saya pikir pencak silat Sunda ada lahir berasal dari banyak penting aliran di dunia sekarang. Contoh ada Maenpo, Sahbandar, ada Sera, ada Cimande, ada banyak aliran. Untuk saya, bagian menarik ada seluruh pengaruh yang saling terhubung. Itu adalah ikhlas, tidak ada yang merasa menjadi yang terbaik,” kata Max.
Saat ini, Guru Max terus memperluas jaringan pencak silat di Eropa, termasuk membangun diplomasi budaya melalui kedutaan besar.
“Di Eropa kita punya koneksi dengan Belanda, dengan Prancis, ada teman-teman di seluruh Eropa. Saya sedang membangun koneksi dengan embassy sekarang dengan Indonesia. Kita mulai berbicara dengan dibangun koneksi dengan Italia, dan embassy Indonesia,” tutupnya.





