SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ikut mencuat dalam bursa bakal calon presiden (capres) 2029 berdasarkan hasil survei terbaru Indonesian Public Institute (IPI).
Tokoh asal Subang tersebut masuk jajaran 10 besar figur potensial dengan tingkat elektabilitas yang cukup kompetitif di tingkat nasional.
Peneliti IPI, Abdan Sakura, menjelaskan kemunculan sejumlah wajah baru dalam peta capres tidak lepas dari faktor kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, hingga visi–misi serta program kerja yang dinilai publik.
“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral,” ujar Abdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta
Dalam daftar elektabilitas, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berada di posisi ketujuh dengan 7,5 persen, disusul Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 4,9 persen dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda 3,8 persen.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menempati urutan kelima dengan elektabilitas 7,9 persen, bersaing ketat dengan sejumlah tokoh nasional lain seperti Anies Baswedan di posisi keempat (8,5 persen) serta Pramono Anung di posisi keenam (7,8 persen).
Di puncak elektabilitas masih didominasi Presiden Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di posisi kedua dengan 12,2 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 9 persen.
Menurut Abdan, dominasi nama-nama besar tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh kekuasaan, kontinuitas elite, serta eksposur media dalam membentuk persepsi publik.
Namun, jarak antara tingkat kelayakan yang tinggi dan elektabilitas yang masih moderat menandakan pemilih belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan.
Survei IPI dilaksanakan pada 30 Januari hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden berusia 17–65 tahun di 35 provinsi di Indonesia menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini tercatat sebesar 2,78 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Masuknya nama Dedi Mulyadi dalam bursa capres 2029 menjadi sorotan tersendiri, terutama bagi masyarakat Subang, yang melihat putra daerahnya mulai diperhitungkan dalam peta politik nasional.





