SUKABUMI, TINTAHIJAU.com – Momen liburan rombongan korps musik (drumband) asal Kadudampit berubah menjadi tragedi memilukan. Dua orang pelajar dilaporkan tewas setelah tergulung ombak besar di Pantai Kapitol, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (18/7/2026) sore.
Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan dari warga setempat segera bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, membenarkan terjadinya musibah maut di kawasan pesisir Cisolok tersebut. Ia menyatakan dua korban jiwa meninggal dunia, sedangkan satu remaja putri berhasil diselamatkan.
“Betul, kami menerima laporan terkait kecelakaan laut di Pantai Kapitol, kawasan pesisir Cisolok. Anggota dari Polsek Cisolok langsung melakukan cek TKP. Dua korban meninggal dunia dan satu orang selamat,” kata Dadi saat dihubungi detikJabar.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan dari AKP Dadi, insiden ini bermula ketika rombongan drumband Granada Kadudampit yang membawa sekitar 60 orang tiba di Pantai Kobeng, Karangpapak, untuk bertamasya pada pukul 15.00 WIB.
Sekitar sepuluh menit berselang, enam orang dalam rombongan—yaitu Yuri, Wafa, Kania, Farhan, Melas, dan Pahri—memilih memisahkan diri dari grup besar. Mereka berjalan kaki menyusuri garis pantai menuju Pantai Kapitol.
Sesampainya di Pantai Kapitol, tiga remaja laki-laki langsung bermain air ke arah barat. Di sisi lain, tiga remaja putri memilih untuk bermain pasir terlebih dahulu di tepi pantai. Namun petaka datang ketika ketiga remaja putri tersebut memutuskan untuk ikut berenang setelah selesai bermain pasir. Secara mendadak, ombak besar khas laut selatan datang menerjang dan langsung menyeret Wafa serta Kania ke arah timur menuju kawasan batu karang.
“Melihat kedua temannya terseret ombak dan timbul tenggelam, saksi Yuri awalnya mengira mereka sedang bercanda. Namun karena beberapa saat kemudian kedua temannya hilang dari pandangan, saksi berteriak minta tolong dan mencoba menyusul,” ungkap Dadi.
Berniat menolong kedua temannya, Yuri justru ikut terbawa arus yang kuat. Beruntung, hempasan gelombang besar berikutnya justru mendorong tubuh Yuri kembali ke tepi pantai hingga dirinya berhasil selamat dari maut.
Warga yang berada di sekitar pesisir langsung berupaya melakukan pencarian secara mandiri. Salah seorang warga bernama Luken (45) segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Cisolok.
Aparat kepolisian bersama warga dan relawan Balawista tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 15.50 WIB. Petugas langsung mengevakuasi korban pertama atas nama Wafa yang tampak mengapung di permukaan laut. Hanya berselang tiga menit, jasad korban kedua yakni Kania juga ditemukan di permukaan air dan langsung dibawa ke daratan.
“Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan pemeriksaan medis, namun tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia,” jelas Dadi.
Identitas Korban
Berdasarkan data resmi dari pihak kepolisian, berikut adalah identitas lengkap para remaja yang terlibat dalam musibah tersebut:
| Nama Korban | Usia / Pendidikan | Asal Alamat | Status |
| Wafa | 13 Tahun / Kelas 8 SMP Alhidayah | Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi | Meninggal Dunia |
| Kania Meisya Cahyani | 15 Tahun / Kelas 10 SMKN 1 Gunungguruh | Kampung Nagrak, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kota Sukabumi | Meninggal Dunia |
| Yuri Saparina | 15 Tahun / Kelas 10 SMKN 1 Gunungguruh | Kampung Nagrak, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kota Sukabumi | Selamat |
Atas kejadian memilukan ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada para pelancong yang berkunjung ke kawasan pesisir Cisolok maupun wilayah Pantai Selatan Sukabumi secara umum. Wisatawan diingatkan untuk selalu menjaga kewaspadaan dan mematuhi rambu-rambu larangan berenang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.