Megapolitan

Viral Dugaan Pemukulan Pengamen Ondel-Ondel di Alun-Alun Subang, Bupati Reynaldy Turun Tangan Mediasi Kedua Pihak

×

Viral Dugaan Pemukulan Pengamen Ondel-Ondel di Alun-Alun Subang, Bupati Reynaldy Turun Tangan Mediasi Kedua Pihak

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Video yang memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap seorang pengamen ondel-ondel oleh pria berseragam sekuriti di kawasan Alun-Alun Pemkab Subang viral di media sosial, Sabtu (21/6/2026) malam. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang meminta kejadian itu diusut tuntas.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga petugas keamanan melayangkan pukulan kepada salah satu pengamen ondel-ondel. Korban tampak terhuyung dan menahan kesakitan usai menerima pukulan tersebut. Setelah kejadian, pria berseragam itu terlihat meninggalkan lokasi, sementara petugas lainnya meminta para pengamen meninggalkan area alun-alun.

Menyikapi viralnya insiden tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita langsung memanggil kedua belah pihak untuk berdialog di Rumah Dinas Bupati Subang pada Minggu malam (21/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Reynaldy menegaskan bahwa dirinya telah mendengarkan kronologi dari kedua pihak dan meminta semua pihak menahan diri agar persoalan tidak berujung saling menyalahkan.

“Saya sudah dengar sebagian besar kronologinya dari versi kedua belah pihak,” ujar Reynaldy.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey itu menegaskan tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, persoalan apa pun tidak boleh diselesaikan dengan kontak fisik.

“Satpam juga saya tidak benarkan melakukan tindakan main fisik. Dalam urusan apa pun, masalah apa pun, melakukan kontak fisik itu saya tegaskan tidak boleh,” katanya.

Namun di sisi lain, Kang Rey juga mengingatkan para pengamen agar tetap menjaga ketertiban selama beraktivitas di ruang publik. Ia menyebut kemungkinan terdapat aturan yang memang harus dipatuhi, meski cara penyampaiannya harus dilakukan secara baik dan humanis.

“Mungkin ada hal yang memang tidak diperbolehkan, tapi penyampaiannya yang salah. Tidak boleh seperti itu, Pak Satpam,” tegasnya.

Kang Rey menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang bertindak sebagai “hakim sendiri”. Jika ditemukan pelanggaran, maka penyelesaiannya harus melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan kekerasan.

“Saya menegaskan bahwa benar atau salah pun tidak boleh ada yang main hakim sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Reynaldy juga menegaskan bahwa Kabupaten Subang harus menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi siapa saja, termasuk para pendatang yang mencari nafkah.

“Saya tidak ingin di Subang ada orang yang merasa tidak nyaman. Kalau ada yang tidak sesuai aturan, ya diingatkan secara baik-baik,” katanya.

Kepada kelompok pengamen ondel-ondel, Kang Rey meminta agar tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas selama beraktivitas di Subang.
“Kita tidak melarang mencari uang. Silakan, yang penting dijaga kondusifitasnya dan ketertibannya,” ucapnya.

Selain meminta kedua pihak menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, Bupati Subang juga meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta pihak pengelola keamanan memberikan pembinaan kepada petugas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya minta diberikan pembinaan lagi agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Ini jadi pembelajaran buat semua,” katanya.

Meski demikian, Kang Rey memastikan akan tetap ada tindak lanjut terhadap insiden tersebut. Menurutnya, sanksi tetap harus diberikan sebagai bentuk efek jera, meskipun nantinya persoalan tidak berlanjut ke ranah hukum.

“Nanti tetap ditindak. Tetap ada sanksi, biar ada efek jera dan tidak melakukan hal itu lagi,” tegasnya.

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati tersebut diharapkan menjadi titik akhir dari polemik yang sempat viral di media sosial sekaligus menjadi pengingat bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan dengan cara yang humanis, tanpa kekerasan, serta tetap mengedepankan ketertiban dan kenyamanan bersama.