TEHERAN, TINTAHIJAU.com – Federasi Sepak Bola Iran (FFI) akhirnya memecah keheningan terkait teka-teki keikutsertaan tim nasional mereka dalam ajang Piala Dunia 2026. Di tengah tensi geopolitik yang memanas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Teheran menyatakan kesiapannya untuk berlaga, namun dengan sederet syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh FIFA dan pihak penyelenggara.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan bahwa jaminan keamanan dan kemudahan birokrasi menjadi poin utama dalam tuntutan mereka. Hal ini menyusul kekhawatiran akan diskriminasi mengingat AS merupakan salah satu tuan rumah turnamen akbar tersebut.
Salah satu poin krusial yang diajukan adalah kepastian pemberian visa bagi seluruh pemain dan staf teknis tanpa terkecuali. Fokus utama tertuju pada pemain bintang seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi yang memiliki riwayat wajib militer di Garda Revolusi Iran (IRGC).
“Semua pemain dan staf teknis, khususnya mereka yang telah melakukan wajib militer dengan IRGC, harus diberikan visa tanpa masalah,” ujar Mehdi Taj sebagaimana dikutip dari USA Today, Minggu (10/5).
Tuntutan ini muncul setelah insiden bulan lalu, di mana Taj dilarang memasuki Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA akibat rekam jejak militer aliansinya. Selain masalah visa, FFI juga meminta:
- Imunitas Imigrasi: Delegasi Iran yang telah memegang visa tidak boleh diinterogasi berlebihan oleh otoritas imigrasi saat tiba di AS.
- Simbol Negara: Penghormatan penuh terhadap lagu kebangsaan dan izin pengibaran bendera resmi Iran di dalam stadion.
Mengingat besarnya populasi diaspora Iran di Amerika Serikat yang vokal terhadap pemerintah Teheran, FFI menuntut perlindungan ekstra. Mehdi Taj meminta keamanan ketat di bandara, hotel, hingga akses transportasi menuju stadion guna menghindari gangguan dari kelompok oposisi.
Tak hanya keamanan fisik, Iran juga meminta “benteng” di ruang konferensi pers. Taj mendesak agar seluruh pertanyaan dari awak media dibatasi hanya pada lingkup sepak bola, guna menghindari eskalasi isu politik yang dapat memecah konsentrasi pemain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait paket tuntutan yang diajukan oleh Teheran. Kepastian laga “Team Melli” di tanah Amerika kini bergantung pada sejauh mana FIFA mampu menjembatani perselisihan diplomatik antara kedua negara di atas lapangan hijau.



