JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir, meninggalkan catatan sejarah yang mencengangkan dunia sepak bola. Sorotan utama tertuju tajam pada kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi. Di usianya yang telah menginjak 39 tahun, pemain legendaris bernomor punggung 10 tersebut membuktikan bahwa ketajamannya belum pudar sama sekali. Sepanjang tiga pertandingan awal, Messi justru tampil semakin mengerikan dengan melesakkan total enam gol ke gawang lawan.
Torehan fantastis ini membawa catatan statistik yang luar biasa. Berdasarkan data yang dihimpun dari media olahraga global OGlobo, jumlah gol individu Messi di fase grup ini terbukti lebih banyak jika dibandingkan dengan produktivitas gol kolektif milik 30 tim kontestan Piala Dunia 2026 lainnya. Di luar tim Argentina sendiri, hanya tercatat 17 negara peserta yang mampu mencetak gol lebih banyak daripada torehan individu sang kapten di sepanjang fase penyisihan grup tersebut.
Konsistensi sang maestro terlihat jelas dari bagaimana ia selalu mencatatkan namanya di papan skor dalam setiap laga. Messi membuka keran golnya dengan torehan hattrick memukau saat menghadapi Aljazair, diikuti dengan lesatan dua gol atau brace dalam duel sengit melawan Austria. Pada laga penutup fase grup kontra Yordania, ia kembali menyumbang satu gol. Padahal, dalam laga melawan Yordania tersebut, sang pelatih hanya memainkannya selama 30 menit di lapangan sebagai bagian dari strategi rotasi pemain.
Kehebatan catatan gol Messi semakin mentereng jika disandingkan dengan performa sejumlah negara besar yang difavoritkan juara. Spanyol, misalnya, tercatat baru mengemas total lima gol dari tiga laga mereka—berada satu gol di bawah koleksi pribadi Messi. Tim berjuluk La Furia Roja tersebut sempat mandul dan gagal mencetak gol saat menghadapi Cape Verde, sebelum akhirnya menang telak 4-0 atas Arab Saudi, dan menang tipis 1-0 ketika berjumpa Uruguay.
Meskipun total 215 gol telah tercipta dan memecahkan rekor baru dalam sejarah Piala Dunia, ketimpangan produktivitas antar tim masih terlihat jelas. Dari total 48 tim peserta yang bertanding di turnamen kali ini, tercatat hanya ada satu tim yang sama sekali gagal mencetak gol hingga fase grup berakhir, yaitu Panama.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Tim Nasional Portugal, produktivitas gol Lionel Messi terhitung setara. Tim yang diperkuat rival-rival elitnya itu juga baru memproduksi total enam gol, dengan rincian satu gol saat bersua Republik Demokratik Kongo dan lima gol lainnya kala mencukur Uzbekistan. Dengan performa eksplosif di fase awal ini, Messi mengirimkan sinyal bahaya yang nyata kepada seluruh calon lawan Argentina di babak gugur mendatang.





