Olahraga

Ronaldo Hancurkan Kroasia, Ukir Rekor Sejarah yang Mustahil Dikejar Messi

×

Ronaldo Hancurkan Kroasia, Ukir Rekor Sejarah yang Mustahil Dikejar Messi

Sebarkan artikel ini
Cristiano Ronaldo | ANTARA/AFP/Patricia De Melo Moreira

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Ketika sebagian besar pesepak bola dunia sudah menikmati masa pensiun mereka dengan tenang, Cristiano Ronaldo justru terus menulis babak baru dalam buku sejarah sepak bola. Pada usia yang telah menginjak 41 tahun 147 hari, megabintang sekaligus kapten tim nasional Portugal tersebut kembali membuktikan kepada dunia bahwa dirinya bukanlah sekadar pemain hebat biasa, melainkan sebuah fenomena yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi.

Dalam laga sengit babak 32 besar Piala Dunia 2026, Portugal berhasil membungkus kemenangan krusial 2-1 atas Kroasia. Ronaldo keluar sebagai pahlawan dengan mencetak satu gol penentu yang tidak hanya membantu Selecao das Quinas melaju ke fase berikutnya, tetapi juga melahirkan sejumlah rekor spektakuler yang mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.

Lebih menarik lagi, di antara sederet pencapaian luar biasa tersebut, terdapat dua rekor baru yang hampir dipastikan tidak akan pernah bisa dilampaui oleh rival abadinya, Lionel Messi.

Akhiri Penantian Panjang di Fase Gugur

Sepanjang karier internasionalnya yang luar biasa, Ronaldo telah tampil di berbagai laga besar dunia. Namun, ada satu catatan yang selalu menjadi bahan perdebatan para pengamat sepak bola: ia belum pernah mencetak gol di fase gugur Piala Dunia.

Sebelum laga kontra Kroasia ini, Ronaldo selalu gagal membobol gawang lawan saat menghadapi tim-tim tangguh seperti Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Uruguay, Swiss, hingga Maroko di babak sistem gugur. Namun, penantian panjang tersebut akhirnya resmi berakhir di tanah Amerika Utara.

Gol emosional ke gawang Kroasia tersebut menjadi torehan perdana Ronaldo di babak knockout Piala Dunia. Momen legendaris ini terasa sangat spesial karena hadir justru di saat banyak pihak menilai masa keemasannya telah habis. Alih-alih meredup, kapten Portugal itu membungkam kritik dengan resmi menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah fase gugur Piala Dunia. Di era sepak bola modern yang menuntut kecepatan dan intensitas tinggi, pembuktian di usia lebih dari 41 tahun adalah sesuatu yang nyaris tidak masuk akal.

Rekor Pertama: Enam Edisi Piala Dunia Beruntun dengan Gol

Pencapaian paling mencolok yang membuat Ronaldo berada di atas angin dari Lionel Messi adalah konsistensinya mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun. Perjalanan magis ini dimulai sejak Piala Dunia 2006, lalu terus berlanjut pada edisi 2010, 2014, 2018, 2022, hingga edisi 2026 sekarang ini. Tidak ada pemain lain di bumi ini yang mampu menjaga konsistensi sedahsyat itu selama rentang waktu 20 tahun lebih.

Bagi Lionel Messi, rekor ini dipastikan mustahil untuk dikejar. Sang legenda Argentina memang memiliki riwayat luar biasa, tetapi ia tidak mencetak gol pada edisi Piala Dunia 2006. Dengan karier internasional yang sudah mendekati akhir, Messi kehilangan kesempatan untuk menyamai catatan emas enam edisi beruntun tersebut.

Rekor Kedua: Penguasa Gol Kompetisi Terbesar Internasional

Tak berhenti sampai di sana, Ronaldo kini resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang berhasil mencetak lebih dari 25 gol gabungan di pentas Piala Dunia dan Piala Eropa (Euro). Terhitung sejak Euro 2004 hingga Piala Dunia 2026, total kontribusinya telah melewati angka tersebut.

Yang membuat rekor ini istimewa adalah rentang waktunya yang mencapai 22 tahun. Artinya, Ronaldo berhasil bertahan melewati beberapa generasi sepak bola yang berbeda. Bagi Messi, rekor ini juga menjadi dinding yang mustahil disentuh. Selain tidak bermain di Piala Eropa karena mewakili Argentina, faktor usia membuat Messi nyaris tidak memiliki waktu untuk mengejar konsistensi dua dekade ini.

Menyamai Sang Fenomena Ronaldo Nazario

Tambahan satu gol di babak 32 besar ini juga membawa Cristiano Ronaldo menyamai catatan legenda Brasil, Ronaldo Nazario. Keduanya kini sama-sama mengoleksi total 25 gol di turnamen internasional besar. Namun bedanya, jika Ronaldo Nazario sudah lama gantung sepatu, Cristiano Ronaldo masih aktif dan berpeluang menambah pundi-pundi golnya di sisa kompetisi Piala Dunia 2026.

Babak Baru Rivalitas Abadi

Selama hampir dua dekade, dunia sepak bola terbagi dalam dua kubu besar: Ronaldo dan Messi. Keduanya silih berganti memecahkan rekor dan mendefinisikan ulang standar kehebatan pesepak bola.

Messi mungkin telah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Argentina pada tahun 2022 lalu—sebuah impian terbesar setiap pemain. Namun di sisi lain, Ronaldo terus mengukir rekor-rekor individual yang belum pernah dicapai siapa pun.

Di usia yang bahkan lebih tua daripada sebagian besar pelatih tim nasional peserta turnamen, CR7 membuktikan kisahnya belum selesai. Jika suatu hari perdebatan mengenai siapa yang terbesar (GOAT) kembali muncul, dua rekor abadi dari Piala Dunia 2026 ini akan menjadi argumen terkuat yang mengabadikan nama Cristiano Ronaldo dalam buku sejarah dunia.