Pemerintahan

Ancaman Kekeringan Landa Daerah Lumbung Padi Nasional, Subang Siapkan Langkah Darurat

×

Ancaman Kekeringan Landa Daerah Lumbung Padi Nasional, Subang Siapkan Langkah Darurat

Sebarkan artikel ini
Petani mencari belalang untuk pakan burung di areal pesawahan yang dilanda kekeringan di Jalan Babakan Sari, Riung, Kota Bandung, Jumat (15/8/14). Meningkatnya jumlah pembangunan gedung di kawasan ini membuat daerah resapan air menjadi semakin berkurang akibatnya areal pesawahan yang hanya mengandalkan air dari turunnya hujan harus menggunakan mesin penyedot air untuk mengalirkan air dari selokan sekitar demi tetap teralirinya sawah. KORAN SINDO / DJULI PAMUNGKAS

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Ancaman kekeringan mulai membayangi Kabupaten Subang, salah satu daerah lumbung padi nasional. Sebanyak 1.348 hektare areal persawahan di wilayah utara Subang dipetakan berpotensi terdampak kekeringan pada awal musim tanam, memicu kekhawatiran terhadap produksi beras nasional.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turun langsung meninjau kawasan pertanian dalam agenda Saba Desa di Kecamatan Binong, Jumat (17/7/2026). Sejumlah langkah antisipasi pun mulai disiapkan agar sawah tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

Dalam kunjungan itu, Rey menyerahkan bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier dari Kementerian Pertanian kepada tiga kelompok tani di Kecamatan Binong. Selain itu, satu unit pompa air berukuran 3 inci juga diserahkan kepada Pemerintah Desa Kihiyang untuk membantu pengairan lahan pertanian.

Menurut Rey, berbagai upaya tersebut dilakukan agar produksi padi Subang tetap terjaga sebagai salah satu penopang kebutuhan beras nasional.
“Untuk kebutuhan padi di Kabupaten Subang tetap terjaga, untuk menyuplai kebutuhan nasional,” ujarnya.

Selain bantuan pompa air, Pemkab Subang juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait rencana pembangunan tiga embung di kawasan pertanian wilayah utara. Embung tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.

“Salah satunya ini, kita memberikan bantuan pompa, dan dalam waktu dekat, insyaallah akan ada bantuan juga dari kementerian untuk pembuatan embung,” kata Rey.

Dengan ancaman kekeringan yang mengintai ribuan hektare sawah, efektivitas langkah mitigasi pemerintah akan menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan peran Subang sebagai salah satu lumbung padi nasional.