JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengajak seluruh umat Muslim untuk menggalang solidaritas dan secara aktif menyuarakan penolakan terhadap agresi yang dipelopori oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya.
Seruan tersebut disampaikannya dalam sebuah pertemuan dengan Din Syamsuddin beserta sejumlah pemuka agama Islam Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (3/4/2026).
Boroujerdi menekankan bahwa di tengah krisis ini, umat Islam tidak boleh tinggal diam dan harus secara tegas menentukan posisinya. Melalui bantuan seorang penerjemah, ia mengingatkan tentang tanggung jawab moral yang akan ditanggung di masa depan.
“Kalau kita melihat perang ini, maka kita juga harus bersikap, terutama perang yang dilakukan oleh Amerika dan Zionis ini terhadap Republik Islam Iran,” ucap Boroujerdi seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.tv.
“Karena nanti kita akan ditanya oleh anak-anak kita, ditanya oleh cucu-cucu kita saat perang itu terjadi, kita berada di pihak mana?” tambahnya.
Rekam Jejak Konflik Iran dan Israel
Dalam kesempatan tersebut, diplomat Iran ini juga menyoroti akar konflik yang telah berkecamuk sejak 28 Februari lalu, yang menurutnya dipicu oleh pihak AS dan Israel. Ia membandingkan sejarah panjang negaranya yang selalu menjaga perdamaian dengan rekam jejak Israel yang kerap memicu peperangan. Menurut Boroujerdi, serangkaian agresi ini telah membongkar tabiat asli dari negara Zionis tersebut.
“Mereka menampakkan wajah asli mereka sendiri dalam perang yang mereka lakukan. Kalau melihat sejarah, dalam beberapa ratus tahun terakhir Iran tidak pernah memulai perang,” tegas Boroujerdi.
“Namun sebaliknya, rezim Zionis yang masih sebatas puluhan tahun ini, dari usia yang mereka klaim sebagai negara, dapat kita saksikan puluhan perang mereka mulai,” ungkapnya lebih lanjut.
Apresiasi untuk Upaya Perdamaian Indonesia
Di luar seruan untuk menentukan sikap, Boroujerdi turut memberikan sanjungan kepada negara Indonesia yang telah menunjukkan komitmennya untuk bersedia menjadi mediator terwujudnya perdamaian.
Rasa terima kasih yang mendalam juga ia sampaikan secara khusus kepada Din Syamsuddin dan para tokoh Islam yang terus berupaya mendorong rekonsiliasi. Ia sangat berharap dialog yang terjalin di Jakarta ini dapat menjadi titik tolak yang kuat untuk menggerakkan kampanye anti-perang di tengah masyarakat luas.





