Pemerintahan

Gandeng Unpad, Pemkab Subang Wacanakan Penulisan Ulang Sejarah Daerah

×

Gandeng Unpad, Pemkab Subang Wacanakan Penulisan Ulang Sejarah Daerah

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Pemerintah Kabupaten Subang mulai mewacanakan penulisan ulang sejarah daerah melalui kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran.

Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Penulisan Ulang Sejarah dan Hari Jadi Subang di Aula BP4D Kabupaten Subang, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Fakultas Ilmu Budaya Unpad dan BP4D Kabupaten Subang yang telah disepakati pada 18 Februari 2026. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan penulisan sejarah Subang yang berbasis riset dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, mengatakan wacana penulisan ulang sejarah yang telah lama bergulir kini mulai direalisasikan melalui pendekatan perencanaan berbasis riset dan kolaborasi lintas pihak.

Ia menyebutkan, kegiatan ini menargetkan dua output utama, yakni penyusunan buku sejarah Subang serta produksi video sejarah sebagai media edukasi, khususnya bagi generasi muda.

“Output yang dihasilkan harus disajikan secara menarik dan dapat menjadi bahan ajar di jenjang pendidikan, sehingga generasi muda terpapar sejarah yang valid,” ujarnya.

Menurutnya, produk yang dihasilkan tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga harus memuat nilai dan pembelajaran yang relevan bagi pembangunan karakter generasi mendatang. Penelitian ini ditargetkan rampung dalam enam bulan, dengan rencana penyusunan naskah akademik dan Raperda pada Agustus 2026.

FGD ini melibatkan tim tenaga ahli dari berbagai institusi, di antaranya Universitas Pendidikan Indonesia serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ketua Tim Tenaga Ahli, Nina Herlina, menegaskan bahwa penulisan ulang sejarah daerah merupakan proses kompleks yang harus mengikuti ketentuan, termasuk regulasi dari Kementerian Dalam Negeri.

“Penulisan sejarah bukan sekadar menyusun cerita, tetapi melalui proses panjang, termasuk penyusunan naskah akademik dan uji publik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menekankan pentingnya sejarah sebagai fondasi identitas kultural dan sosiologis masyarakat.

Ia menyebut penulisan ulang sejarah menjadi langkah strategis dalam mendukung visi pembangunan Subang yang unggul dan kompetitif.

“Sejarah yang kuat akan melahirkan masyarakat yang unggul dan kompetitif, karena mereka memahami asal-usulnya dan arah masa depannya,” katanya.

Agus menyoroti pentingnya penetapan Hari Jadi Kabupaten Subang sebagai salah satu output krusial dari penelitian tersebut. Ia berharap penetapan itu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi simbol persatuan dan tonggak perjuangan kolektif masyarakat.

FGD dilanjutkan dengan pemaparan dari tim ahli yang dipandu Prof. Nina Herlina. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Tim Percepatan Pembangunan Daerah, hingga tokoh masyarakat dan budayawan.