Pemerintahan

Ini Isi Tausiyah Menag Nasaruddin saat Taraweh Perdana di Masjid Istiqlal Jakarta

×

Ini Isi Tausiyah Menag Nasaruddin saat Taraweh Perdana di Masjid Istiqlal Jakarta

Sebarkan artikel ini
Foto: Menag Nasaruddin Umar (Dok Kemenag)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menggaungkan gerakan “Ramadan Hijau” pada pelaksanaan salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2) malam.

Dalam tausiyahnya di hadapan ribuan jemaah, Nasaruddin mengajak umat Islam mengedepankan kelembutan dalam beragama sekaligus membangun relasi harmonis dengan alam. Ia memaparkan pendekatan teologis mengenai sifat Tuhan yang menurutnya lebih menonjolkan kasih sayang dan kelembutan.

“Allah SWT lebih menonjolkan dirinya sebagai the God, bukan the Lord. God itu feminin, Lord itu maskulin. Allah memperkenalkan dirinya sebagai yang Maha Lembut,” ujar Nasaruddin sepertiyang dirangkum dari laman Inilah.com.

Berangkat dari pemahaman tersebut, ia mendorong umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri menjadi pribadi yang “hijau”, yakni sosok yang menyejukkan, peduli, dan ramah lingkungan. Ia mengingatkan agar umat tidak menjadi pribadi “merah” yang identik dengan kemarahan dan sikap merusak.

“Bulan Ramadan ini mari kita niatkan bahwa saya akan menjinakkan diri saya, melembutkan hati, dan membersihkan kepala saya yang kotor. Saya akan bersahabat dengan alam semesta,” tegasnya.

Istiqlal Jadi Percontohan Masjid Ramah Lingkungan

Tema “Ramadan Hijau” yang diusung Istiqlal, lanjut Nasaruddin, telah diwujudkan dalam berbagai langkah konkret. Masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut kini dikenal sebagai percontohan eco-mosque di tingkat global, salah satunya melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Biasanya yang menjadi sorotan adalah gedung pencakar langit di Dubai atau Qatar, tetapi tahun lalu, yang menjadi perhatian dunia justru Masjid Istiqlal karena atap Istiqlal yang dipenuhi panel solar system,” jelas Nasaruddin.

Penggunaan panel surya itu disebut mampu menghemat energi secara signifikan. Selain itu, Istiqlal juga menerapkan sistem pengelolaan air limbah tanpa pembuangan sia-sia atau zero waste water.

“Masjid Istiqlal memastikan tidak ada setetes air pun yang terbuang ke selokan karena seluruh air ditampung dalam bak besar, kemudian diolah kembali (recycle),” paparnya.

Syiar Ramadan Bertaraf Internasional

Tak hanya mengangkat isu lingkungan, Istiqlal juga menyiapkan rangkaian kegiatan Ramadan berskala internasional. Salat Tarawih sepanjang bulan suci akan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh qari berkelas dunia yang dijadwalkan tampil secara bergiliran.

Mimbar Istiqlal pun akan menghadirkan beragam penceramah, mulai dari ulama ternama, tokoh publik, artis religius, hingga dai kondang.

Pada peringatan Nuzululquran, Istiqlal berencana melibatkan para menteri agama dari negara-negara Asia Tenggara. Sementara pada malam Idulfitri, gema takbir akan dikumandangkan secara serentak dan saling bersahutan dengan masjid-masjid raya di ibu kota negara-negara ASEAN.

“Takbiran pun dilakukan bersama dengan masjid-masjid raya di ibu kota Asia Tenggara, saling menyahut dalam kebersamaan,” pungkas Nasaruddin.