BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampak sumringah usai menghadiri safari Ramadan bersama berbagai elemen masyarakat Jawa Barat di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat. Turut menyambut di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, serta Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih. Selain pejabat daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri pengemudi ojek online, budayawan, mahasiswa, buruh, petani, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Dalam sambutannya, Kapolri mengungkapkan rasa syukurnya bisa berkumpul dengan masyarakat Jawa Barat dalam suasana Ramadan.
“Hari ini kami mendapatkan kehormatan, mendapatkan undangan buka puasa bersama dengan seluruh masyarakat Jawa Barat,” kata Listyo seperti yang dikutip dari laman detikJabar.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, terlebih di tengah situasi global yang tengah bergejolak, khususnya di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi internasional tersebut berpotensi memberi dampak luas, termasuk bagi Indonesia.
“Tentunya selalu menjadi pesan kita bahwa situasi yang sedang kita hadapi, dampak global yang kita hadapi ini membutuhkan kebersamaan, persatuan, dan itu kunci utama stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” ungkapnya.
Kapolri juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan, pemerintah harus tetap menjalankan agenda pembangunan dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Apapun yang kita hadapi, Indonesia tentunya harus tetap bisa menjalankan program, pemerintah harus bisa melaksanakan amanatnya untuk mendukung, mendorong, terjadinya pertumbuhan, tentunya mensejahterakan masyarakat dan ini semua bisa kita lalui apabila kita bersatu,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah terus melakukan konsolidasi dengan berbagai tokoh dan elemen bangsa guna menghadapi dinamika global yang berkembang.
“Kita bersama-sama kita menghadapi ini semua, dan tentunya apa yang menjadi program terkait masalah ketahanan pangan, ketahanan energi, tentunya harus terus dikawal, didorong, sebagai bagian dari upaya kita untuk menghadapi dinamika global yang ada,” pungkasnya.




