SUBANG, TINTAHIJAU.com – Bupati Subang H Ruhimat mengundang para tokoh agama se-Kabupaten Subang, di Saung Jimat, Rumah Dinas Bupati pada Selasa (14/11/2023).
Bupati Subang H Ruhimat menyampaikan keinginannya untuk pembangunan di Kabupaten Subang berjalan dengan maksimal. Namun beberapa tahun kebelakang terjadi pandemi covid19 yang tidak dapat terhindarkan sehingga menghambat pembangunan.
“Bukan tidak mau maksimal saya menjalankan amanah, tapi tahun 2019 dilantik, datang musibah yang mendunia, bukan di subang saja covid. Saya ingin amanat kepada Bapak Ibu semua, yang dipercaya sebagai tokoh, tolong sampaikan mohon maaf dari saya,” kata Ruhimat
Kendati demikian, pihaknya berusaha keras untuk membangun Daerah yang dipimpinnya, salah satunya dengan gemar berkunjung ke Pemerintah pusat. Hasilnya, sejumlah program pembangunan di Kabupaten Subang dicover program strategi nasional yang dituangkan dalam Perpres no. 87 tahun 2021.
Beberapa diantaranya Program Strategis Nasional itu adalah pembangunan jalan baru di sejumlah titik di Kabupaten Subang, diantaranya ruas jalan Cipeundeuy-Serangpanjang.
Sementara yang berdampak langsung pada sektor ekonomi adalah Rebana Metropolitan, Palabuhan Patimban dan Bendungan Sadawarna
Dengan program strategis nasional, Bupati yakin akan meningkatkan perekonomian Kabupaten Subang. Salah satu persiapan untuk menyambut program strategis nasional tersebut adalah dengan Pembangunan jalan baru yang menyambungkan berbagai daerah di Kabupaten Subang.
Selain itu, dirinya juga menjelaskan berbagai program yang diupayakan untuk kesejahteraan masyarakat, seperti program GTRA, peningkatan SDM melalui dilantiknya 2600 lebih PPPK guru dan masih banyak lagi yang lainnya. “Eta cita cita Pak Bupati teh, keur anak incu urang,” jelasnya
Bupati mengamanahkan kepada para tokoh agama untuk dapat membantu mengedukasi penerus bangsa untuk dapat giat belajar, sehingga dapat bersaing pada kemajuan Subang di masa depan.
“Dalam rangka masa depan Subang akan muncul kemajuan yang pesat, nitip untuk anak cucu kita, sing wehwel diajarna,” pungkasnya