JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan sebanyak 300.000 lanjut usia (lansia) menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini difokuskan bagi lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup sendiri, serta penyandang disabilitas dan mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian.
“Ini lagi kita matangkan terus konsepnya. Ini kan sedang bertransformasi, dulu permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas, kita ini akan bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG,” ujar Gus Ipul di Tangerang, seperti yang dirangkum dari laman CNN Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, ratusan ribu calon penerima tersebut akan diusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun ini. Dalam waktu dekat, program MBG untuk kelompok rentan akan diuji coba di sejumlah daerah.
“Kita harapkan secepatnya ya. Ini lagi mau uji coba dulu di beberapa titik,” jelasnya.
Gus Ipul menyampaikan, simulasi program telah dilakukan pada 2025 dengan menyasar 100.000 penerima manfaat. Saat itu, pihaknya juga mengusulkan jumlah penerima antara 300.000 hingga 400.000 orang.
“Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300 sampai 400 ribu penerima manfaat. Ini akan lebih besar lagi,” ungkap Gus Ipul.
Dalam pelaksanaannya, pengolahan makanan tetap dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara distribusi akan melibatkan relawan sosial yang tidak hanya mengantarkan makanan, tetapi juga mendapat pelatihan untuk mendampingi dan merawat lansia penerima manfaat.
“Petugas mengirim makanan itu, bisa dari Karang Taruna, bisa dari relawan-relawan, yang sekaligus kita harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat bagi para lansia,” tuturnya.




