Pemerintahan

‎Menteri PKP Tinjau Pabrik Genteng Jatiwangi, Dukung Program Gentengnisasi Prabowo

×

‎Menteri PKP Tinjau Pabrik Genteng Jatiwangi, Dukung Program Gentengnisasi Prabowo

Sebarkan artikel ini

‎‎Majalengka, TINTAHIJAU.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait meninjau pabrik genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Rabu (11/03/2026).

Dalam kunjungannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung program “gentengnisasi” yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

‎‎Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga menyebut telah terjadi transaksi pembelian genteng senilai sekitar Rp3 miliar. Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan tambahan berupa pengiriman 10 truk genteng untuk kebutuhan TNI.‎‎

“Dan juga menyusul ada transaksi, tadi totalnya Rp3 miliar ditambah 10 truk. Tolong dipersiapkan kualitasnya. Kalau yang dari saya 10 truk untuk TNI,” ujar Maruarar.‎‎

Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar proyek sementara, melainkan upaya nyata untuk mendorong kesejahteraan rakyat sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di sektor industri genteng.

‎‎Menurutnya, kualitas produk menjadi faktor utama agar genteng produksi Jatiwangi mampu bersaing di pasar. Mulai dari standar mutu, estetika, hingga harga harus diperhatikan dengan serius.

‎‎“Kita harus buat sesuatu yang real buat rakyat kita. UMKM kita harus dididik supaya punya daya saing tinggi. Kualitasnya, SNI-nya, estetikanya, dan harganya harus bagus supaya bisa bersaing,” katanya.‎‎

Maruarar menjelaskan bahwa arahan mengenai pengembangan industri genteng tersebut disampaikan Presiden sekitar dua bulan lalu.

Sejak itu, pemerintah mulai mempersiapkan berbagai langkah, termasuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta kementerian terkait.

‎‎Ia juga menyebut dukungan dari sektor perbankan, termasuk dari Bank Rakyat Indonesia yang siap mendukung pengembangan industri genteng lokal.‎‎

“Jangan ragukan soal kebutuhan genteng, kebutuhannya sangat besar. Yang penting sekarang bagaimana kualitasnya bisa unggul dan terpercaya. Itu tantangan kita bersama,” ujarnya.‎‎

Lebih lanjut, Maruarar mengatakan penguatan industri genteng tidak hanya menyasar aspek produksi, tetapi juga pembinaan mentalitas usaha, kemampuan teknis, manajemen keuangan hingga pemasaran para pelaku usaha.‎‎

Ia menilai genteng Jatiwangi memiliki potensi besar karena merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah lama menjadi identitas daerah.‎‎ “Ini bagian dari kearifan lokal dan kultur. Kalau kualitasnya bagus, itu akan menjadi magnet sendiri,” katanya.‎‎

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses pengembangan industri tersebut membutuhkan waktu dan kerja bersama. ‎‎“Tadi kita lihat prosesnya baru dimulai. Tidak ada yang instan,” pungkasnya.