Majalengka, TINTAHIJAU.com – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai forum Board of Peace (BoP) seharusnya melibatkan Palestina secara langsung apabila benar-benar bertujuan memperjuangkan kemerdekaan dan menghadirkan keadilan bagi rakyat Palestina.
Menurutnya, kehadiran Palestina sebagai pihak yang paling berkepentingan sangat penting agar proses diskusi dan pengambilan keputusan dalam forum internasional tersebut dapat berjalan secara adil dan setara.
Tanpa keterlibatan langsung Palestina, upaya membahas masa depan dan hak-hak rakyat Palestina dikhawatirkan tidak akan mencerminkan keadilan yang sesungguhnya.
Karena itu, TB Hasanuddin meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah diplomatik dengan mendorong agar Palestina diikutsertakan dalam forum BoP.
Dengan demikian, Palestina dapat duduk bersama dalam forum tersebut dan menyampaikan pandangan serta kepentingannya secara langsung.
“Jika tujuan forum ini adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menghadirkan keadilan, maka Palestina harus diberi ruang untuk ikut serta dan berdiskusi secara setara,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (10/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Indonesia sejak lama memiliki komitmen kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi. Oleh karena itu, berbagai langkah diplomasi yang ditempuh Indonesia di tingkat internasional harus tetap konsisten dengan prinsip tersebut.
Diketahui, pelembagaan Board of Peace (BoP) sejak awal diinisiasi oleh Amerika Serikat dan disetujui melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 2803 pada November 2025.
Dalam perkembangannya, keanggotaan BoP ditentukan oleh Amerika Serikat sebagai inisiator melalui mekanisme undangan resmi. Namun hingga saat ini, belum terdapat undangan yang diberikan kepada perwakilan Palestina.





