Pemerintahan

Presiden Tekankan Profesionalisme Pers di HPN 2026

×

Presiden Tekankan Profesionalisme Pers di HPN 2026

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Februari 2025 (Foto: dokumentasi/Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran pers yang profesional dan bertanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi publik. Pesan tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

“Iya, tentu kami mewakili Bapak Presiden dan pemerintah mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Harapan dan doa supaya pers kita terus menjadi pers yang maju, bertanggung jawab, semakin profesional, dan menjadi pilar kemajuan bangsa dan negara,” ucap Mensesneg di Istana Negara, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Prasetyo menyampaikan apresiasi pemerintah kepada insan pers atas perannya dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat serta mengawal dinamika kehidupan berbangsa.

“Terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini telah bekerja keras luar biasa. Terutama dalam menyampaikan segala sesuatu tugas, keberhasilan, maupun permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat,” kata Prasetyo.

Ia menekankan pentingnya media menjaga akurasi dan keseimbangan informasi untuk mempertahankan kepercayaan publik. Pemerintah juga meminta pers tetap waspada terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi.

“Mari kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghindarkan diri dari adanya hoaks, disinformasi. Adanya pemberitaan-pemberitaan yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa kita,” ujar Mensesneg.

Di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti tantangan pers di tengah dominasi algoritma dan kecerdasan buatan. Ia menyatakan bahwa masa depan demokrasi tetap berada di tangan kualitas jurnalisme.

“Hari ini ketika setiap detik miliaran keputusan diambil oleh mesin, algoritma, dan sistem kecerdasan artifisial. Arah bangsa baik buruknya demokrasi tetap harus di tangan kualitas media dan pers,” ujar Cak Imin dalam acara puncak HPN 2026 di Serang, Banten, Senin 9 Januari 2026.

Menurutnya, derasnya arus informasi menjadikan batas antara fakta dan rekayasa semakin kabur sehingga proses verifikasi menjadi krusial dalam kerja jurnalistik. Ia menilai pers memiliki peran strategis sebagai penuntun peradaban dan penggerak perubahan.

“Karena itu kepentingan bangsa tidak akan pernah lepas dari bagaimana pers bekerja. Bagaimana pers menjaga nuraninya dan bagaimana pers memaknai tanggung jawab sejarahnya,” ucapnya.