Pemerintahan

Subang Bakal Berubah Total? Ini Rencana Besar Bupati Rey dari Kota hingga Pantai

×

Subang Bakal Berubah Total? Ini Rencana Besar Bupati Rey dari Kota hingga Pantai

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Dalam kurun sepekan terakhir, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR menyampaikan sejumlah rencana revitalisasi di beberapa titik strategis, mulai dari kawasan Subang Plaza, Pujasera, hingga Pantai Pondok Bali.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penataan wilayah sekaligus penguatan ekonomi daerah.

Revitalisasi Subang Plaza untuk Pusat Ekonomi Baru

Pemerintah Kabupaten Subang menyiapkan langkah revitalisasi kawasan Subang Plaza sebagai bagian dari penataan pusat kota dan penguatan ekonomi daerah. Rencana tersebut disampaikan saat Bupati meninjau lokasi, Senin (27/4/2026).

Dalam agenda tersebut, Pemkab Subang terus menjalin koordinasi dengan PT AMN guna membuka peluang kerja sama pengelolaan kawasan agar aset strategis di tengah kota itu dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kang Rey menilai Subang Plaza memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kabupaten Subang. Menurutnya, kawasan tersebut harus mampu menghubungkan potensi usaha lokal dengan peluang investasi dan sektor jasa.

“Rencananya, konsepnya mungkin seperti Blok M di Jakarta atau Kota Tua. Kita mau tata, nanti di sini kita ada tenant-tenant restoran dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Kang Rey, revitalisasi diharapkan dapat segera direalisasikan agar dampaknya cepat dirasakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.”Sehingga bangunan yang ada di tengah kota ini, bisa tertata, mudah-mudahan di tahun ini paling tidak tahun depan,” katanya.

Selain pembenahan bangunan utama, pemerintah daerah juga menyiapkan penataan kawasan pedestrian di sekitar pusat kota, meliputi perbaikan trotoar, penerangan jalan, hingga akses lalu lintas.

“Pedestariannya juga mau kita perbaiki dengan pak Gubernur, mulai dari trotoarnya, lampu-lampunya, jalannya, mau kita perbaiki, sehingga bangunan ini, salah satu bangunan ikonik di Subang,” paparnya.

Ia berharap revitalisasi Subang Plaza dapat segera terwujud sehingga masyarakat bisa menikmati ikon baru Kota Subang yang lebih tertata dan produktif.

“Mudah-mudahan bisa secepatnya masyarakat Subang, bisa menikmati bangunan ikonik Kota Subang,” pungkasnya.

Penataan Pujasera: Relokasi Pedagang dan Pusat Perdagangan Modern

Sehari berselang, Selasa (28/4/2026), Bupati Reynaldy menerima audiensi para pedagang Pujasera di Pendopo Rumah Dinas Bupati Subang. Pertemuan tersebut membahas rencana penataan kawasan Pujasera seiring meningkatnya minat investasi sektor perdagangan di Kabupaten Subang.

Dalam audiensi itu, Kang Rey menyampaikan wacana pengembangan kawasan Pujasera menjadi dua bangunan utama, yakni Subang Trade Center sebagai lokasi relokasi pedagang serta Subang Mega Mall yang akan dilengkapi fasilitas hotel. Kedua bangunan tersebut direncanakan saling terhubung melalui skybridge guna memudahkan akses pengunjung.

“Kami ingin penataan ini tetap mengakomodasi pedagang yang sudah lama berusaha di Pujasera,” ujar Kang Rey.

Ia memastikan selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang akan direlokasi ke tempat sementara sebelum menempati gedung baru yang disiapkan pemerintah daerah bersama investor.

Menurutnya, keberlangsungan usaha pedagang menjadi prioritas dalam rencana pengembangan tersebut.Selain itu, Kang Rey menyoroti nilai historis Pujasera yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Subang.

“Pujasera ini punya nilai kenangan bagi masyarakat Subang. Saya sendiri sejak kecil sudah berbelanja di sini, dan sampai sekarang masih menjadi bagian dari kehidupan warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh rencana pembangunan akan melalui kajian matang bersama perangkat daerah dan pihak terkait agar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Kang Rey juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang merugikan pedagang.

“Ke depan, kita ingin pusat ekonomi tidak hanya ramai di satu lokasi, tetapi tumbuh merata di berbagai titik di Kabupaten Subang,” tegasnya.

Penataan Pantai Pondok Bali dan Pengembangan Wisata Air

Sementara itu, pada Sabtu (2/5/2026), Bupati Subang meninjau langsung kawasan Pantai Pondok Bali sebagai bagian dari rencana penataan wisata air di wilayah pesisir utara Kabupaten Subang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis air yang dinilai memiliki potensi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam peninjauan itu, Kang Rey menegaskan bahwa Pantai Pondok Bali akan ditata secara menyeluruh, termasuk pembenahan fasilitas, kawasan warung, hingga penguatan konsep wisata berbasis kearifan lokal.

“Saya ingin mengembalikan PAD yang diberikan kepada Pemda, dari Pondok Bali ini untuk dikembalikan lagi ke Pondok Balinya, ke wisatanya,” jelasnya.

Menurutnya, penataan akan difokuskan pada peningkatan daya tarik wisata air tanpa menghilangkan karakter asli kawasan. Pemerintah daerah juga akan menata ulang bangunan yang ada agar lebih rapi dan seragam.

“Dalam waktu dekat, saya ingin membuat sebuah kampung nelayan di sini, di mana nanti warung-warungnya yang sekarang kumuh, kita akan rombak, akan kita seragamkan dengan bentuk-bentuk yang memang sesuai dengan kebudayaan kita,” paparnya.

Selain itu, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari sektor wisata dan hasil laut.

“Sehingga nanti di Pondok Bali ini, warung-warung jajanan, warung-warung pinggir jalannya, akan kita tata bentuknya, kita samakan semua, agar punya daya tarik lagi untuk wisatawan datang lagi ke Pondok Bali,” ujarnya.

Kang Rey menilai Pantai Pondok Bali memiliki nilai strategis sebagai salah satu aset daerah yang dapat menjadi penggerak ekonomi desa di wilayah pesisir.

“Karena memang ini salah satu aset, yang bagi saya punya nilai ekonomi, kemudian nilai yang bisa kita tawarkan ke masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan wisata air harus tetap memperhatikan aspek lingkungan, khususnya menjaga ekosistem pesisir agar tetap berkelanjutan.“

“Pantai Pondok Bali memiliki potensi besar di sektor ekonomi, maka ekosistem harus dijaga,” pungkasnya.