JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, mengungkapkan bahwa lembaganya tengah melakukan transformasi signifikan dalam kebijakan beasiswa. Jika sebelumnya berfokus pada perluasan akses pendidikan, kini LPDP diarahkan untuk menghasilkan dampak konkret dalam memperkuat inovasi serta daya saing nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Perubahan arah kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 yang menekankan pergeseran paradigma dari pendekatan berbasis akses menjadi berbasis kontribusi strategis. Dengan kebijakan ini, penerima beasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
“Talenta yang kami danai harus nyata menggerakkan inovasi dan daya saing Indonesia. Mulai 2021–2026, program beasiswa diarahkan secara lebih terukur pada bidang-bidang strategis,” katanya dalam Media Briefing di Gedung Kementerian Keuangan, Rabu (25/2/2026), dipantau dari video KompasTV.
Sudarto menjelaskan, fokus pendanaan kini diprioritaskan pada sektor-sektor strategis seperti sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), energi, pangan dan maritim, kesehatan, pertahanan, serta transformasi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor. Selain itu, LPDP turut mendorong penguatan hilirisasi industri, manufaktur, material maju, kewirausahaan, dan industri kreatif.
“Langkah ini dibangun melalui sinergi bersama kementerian dan lembaga terkait untuk membentuk satu talent pool nasional yang terintegrasi, menghubungkan lulusan, riset, dan kebutuhan industri secara berkelanjutan,” ujar Sidarto dalam siaran persnya.
Menurutnya, penajaman strategi ini menjadi respons atas tantangan global, termasuk masih rendahnya rasio peneliti serta kesenjangan daya saing sumber daya manusia Indonesia dibandingkan negara maju.
“Akselerasi ini ditujukan untuk mempercepat kenaikan rasio lulusan S2 dan S3 agar semakin sebanding dengan negara-negara maju,” sebutnya.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2013, LPDP telah membiayai 58.444 penerima beasiswa program gelar. Saat ini, sekitar 38 ribu awardee sedang menjalani studi di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Tak hanya mendukung beasiswa perorangan, LPDP juga memperkuat ekosistem riset nasional melalui Dana Abadi Penelitian yang telah mendanai 3.861 proyek riset. Selain itu, 23 perguruan tinggi memperoleh dukungan peningkatan kapasitas menuju kategori world class universities. Di bidang kebudayaan, 3.554 penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan juga mendapat dukungan untuk pengembangan dan pelestarian warisan budaya nasional.




