SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Proyek Jalan Tol Akses Cipali–Patimban yang akan menghubungkan Jalan Tol Cipali dengan Pelabuhan Patimban sepanjang ±37 kilometer ditargetkan rampung pada kuartal II tahun 2027.
Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan dukungan terhadap proyek strategis tersebut, namun juga meminta keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta melakukan kajian mendalam terkait posisi PT Subang Sejahtera dalam konsorsium.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Bupati Subang Reynaldy Putra Andita dan jajaran PT Subang Sejahtera serta PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) di ruang rapat Bupati Subang, Selasa (24/2/2025).
Direktur Utama PT Jasamarga Akses Patimban, Victor Nazarenko Mahandre, menjelaskan JAP merupakan bagian dari konsorsium yang terdiri dari BUMN, BUMD, dan pihak swasta dengan total enam pemegang saham, termasuk PT Subang Sejahtera yang memiliki porsi 5 persen.
Ia menegaskan proyek tersebut telah memasuki masa konsesi selama 50 tahun mulai 2025, dan dana pembebasan lahan sebesar Rp1,5 triliun tidak bersumber dari pemerintah.
“Dana pembebasan lahan BUJT sebesar Rp1,5 triliun bukan berasal dari Pemerintah,” ujarnya.
Victor juga menyebut pembangunan dibagi dalam beberapa zona, di mana zona utara menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Kementerian PUPR, sementara keseluruhan proyek ditargetkan selesai bersamaan dengan paket pekerjaan pemerintah pada 2027.
Komisaris Utama PT Subang Sejahtera, Dra. Nenden Setiawati, M.Si., berharap konsorsium dapat memberikan ruang lebih besar bagi BUMD Subang untuk terlibat, termasuk melalui kerja sama penyediaan material dan kebutuhan pendukung proyek.
“Kami berharap Jasamarga dapat mendorong kontraktor menjalin kerja sama dengan BUMD agar memberikan manfaat langsung bagi daerah,” katanya.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan Pemkab Subang mendukung penuh pembangunan tol akses tersebut karena dinilai menjadi kunci penguatan konektivitas Pelabuhan Patimban dan kawasan industri di Subang.
“Untuk hal lain, kita dukung. Pemda mensupport apa yang diinginkan. Target 2027 Tol Cipali–Patimban harus sudah selesai,” tegasnya.
Ia juga meminta agar PT Subang Sejahtera sebagai BUMD Subang tetap dilibatkan dalam proyek strategis tersebut.
“Saya mohon dukungan untuk BUMD kami yaitu Subang Sejahtera agar bisa dilibatkan,” ujarnya.
Meski demikian, Kang Rey menegaskan pemerintah daerah akan mengkaji secara menyeluruh posisi dan komitmen PT Subang Sejahtera dalam konsorsium sebelum mengambil keputusan lanjutan.
“Saya tidak mau PT Subang Sejahtera punya janji yang tidak ditepati atau komitmen yang tidak selesai. Hal ini tentu membutuhkan waktu, saya akan memikirkannya dengan matang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Subang Ahmad Amin menyebut target penyelesaian proyek mengalami penyesuaian dari semula 2026 menjadi April 2027.
Pemkab Subang menilai keberadaan tol akses Cipali–Patimban akan memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendukung optimalisasi Pelabuhan Patimban dan kawasan industri seperti Subang Smartpolitan.





