Ragam

103 Ribu Tenaga Kerja Terserap di Subang di 2025, Industri Sepatu Masih Dominasi

×

103 Ribu Tenaga Kerja Terserap di Subang di 2025, Industri Sepatu Masih Dominasi

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Sebanyak 103.065 tenaga kerja tercatat bekerja di 375 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Subang sepanjang tahun 2025. Data tersebut menunjukkan sektor industri masih menjadi tulang punggung utama penyerapan tenaga kerja di wilayah Pantura dan selatan Subang.

Data ketenagakerjaan itu dipaparkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta ESDM Kabupaten Subang dalam talkshow Lekat yang digelar di Studio LPPL Radio Benpas Subang 98.2 FM, Selasa (5/5/2026).

Dari total 103.065 tenaga kerja yang tercatat, pekerja perempuan mendominasi dengan jumlah mencapai 78.845 orang. Sementara tenaga kerja laki-laki tercatat sebanyak 24.220 orang.

Dominasi pekerja perempuan dinilai sejalan dengan karakter industri di Kabupaten Subang yang masih didominasi sektor padat karya, khususnya manufaktur berbasis ekspor seperti industri sepatu dan garmen.

Berdasarkan data tersebut, industri sepatu olahraga menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Kabupaten Subang. Tercatat sebanyak 38.845 pekerja menggantungkan mata pencaharian di sektor ini.

Besarnya jumlah pekerja di industri sepatu menunjukkan sektor tersebut masih menjadi penggerak utama roda ekonomi masyarakat Subang, terutama di kawasan industri yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Selain industri sepatu olahraga, sektor industri suku cadang kendaraan juga menjadi penyerap tenaga kerja cukup besar dengan jumlah pekerja mencapai 6.793 orang.

Sementara itu, industri tekstil dan konveksi tercatat menyerap sebanyak 5.837 tenaga kerja. Industri ini juga menjadi salah satu sektor padat karya yang berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Subang.

Secara keseluruhan, data tersebut memperlihatkan bahwa industri manufaktur masih menjadi sektor paling dominan dalam menciptakan lapangan pekerjaan di Kabupaten Subang dibanding sektor lainnya.

Keberadaan ratusan perusahaan di Subang dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat usia produktif.

Meski demikian, Disnakertrans dan ESDM Subang mengingatkan data ketenagakerjaan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan domisili tenaga kerja asal Kabupaten Subang. Hal itu karena data bersumber dari laporan wajib perusahaan sehingga belum memuat rincian lengkap asal pekerja yang bekerja di masing-masing perusahaan.

Artinya, jumlah tenaga kerja yang tercatat belum tentu seluruhnya merupakan warga Kabupaten Subang. Sebagian di antaranya dimungkinkan berasal dari luar daerah yang bekerja di kawasan industri Subang.

Data ketenagakerjaan ini juga menjadi gambaran perkembangan sektor industri di Kabupaten Subang yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya investasi dan ekspansi perusahaan manufaktur di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah berharap pertumbuhan industri dapat terus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Subang.