MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM- MA Daarul Uluum PUI Majalengka melepas 46 siswa kelas XI dan XII untuk mengikuti program magang mengajar Tahsin Alquran di SMP 4 dan SMP 7 Majalengka selama kegiatan Pesantren Ramadan.
Program tersebut merupakan bagian dari pembelajaran metode Ummi yang diterapkan di madrasah tersebut. Para siswa yang dikirim merupakan peserta yang telah lulus sertifikasi Guru Alquran dari Ummi Foundation.
Kepala MA Daarul Uluum PUI Majalengka, Illisya P. Indrasari mengatakan, program ini bertujuan melatih siswa agar memiliki kemampuan mengajar Alquran ketika mereka lulus nanti.
“Kami di MA Daarul Uluum Majalengka memiliki program Ummi. Salah satunya adalah sertifikasi Guru Alquran untuk tingkat SMA atau MA. Harapannya ketika mereka lulus, mereka bisa menjadi guru Alquran di daerahnya masing-masing,” ujar Illisya yang akrab disapa Icha, Kamis (4/3/2026).
Menurutnya, siswa yang mengikuti program magang tersebut merupakan mereka yang telah dinyatakan lulus sertifikasi Guru Alquran.
“Mulai tahun kemarin kami memiliki program magang untuk melatih mereka mengajar anak-anak yang lebih muda. Tahun lalu kami kirim ke SMP 1 dan MTs Miftahul Huda, sedangkan tahun ini di SMP 7 dan SMP 4 Majalengka. Program ini digilir setiap tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak semua siswa mengikuti program tersebut karena hanya yang telah lulus sertifikasi saja yang dikirim.
“Kami mengirimkan anak-anak yang memang sudah lulus sertifikasi Guru Alquran. Alhamdulillah sebagian besar sudah lulus, biasanya hanya satu sampai tiga orang saja yang belum,” katanya.
Icha menjelaskan, metode Ummi telah diterapkan di MA Daarul Uluum PUI Majalengka selama lima tahun sebagai muatan lokal. Sementara program magang mengajar baru berjalan sekitar dua tahun.
“Metode Ummi sudah berjalan lima tahun, sedangkan program magang khusus ini baru dua tahun. Sebelumnya mereka mengajar di lingkungan MTs, tapi kami ingin melatih mental mereka dengan lingkungan yang baru agar memiliki pengalaman mengelola siswa yang berbeda,” paparnya.
Ia berharap melalui program ini para siswa memiliki bekal keterampilan mengajar Alquran serta ikut berkontribusi mengurangi angka buta huruf Alquran.
“Kami berharap anak-anak ketika lulus benar-benar sudah terlatih untuk mengajar Alquran. Karena pengalaman kami sebelumnya, bahkan di madrasah pun masih ada anak-anak yang belum bisa membaca Alquran,” tandasnya.
Salah satu peserta magang, Gadis Dwiyana Muthiakanza dari kelas XII IPA mengaku senang bisa mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah setelah mendapat pembekalan sertifikasi metode Ummi, akhirnya kami bisa terjun langsung ke lapangan. Banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan dan anak-anak juga cukup terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan mengajar diawali dengan perkenalan dan penjelasan mengenai metode Ummi sebelum masuk ke materi Tahsin Alquran.
“Kami menjelaskan terlebih dahulu apa itu metode Ummi, kemudian mempraktikkan langsung materi yang sudah kami pelajari saat pelatihan,” katanya.
Sementara itu, peserta lainnya, Muhamad Reza Fathurrohman mengaku program tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengajar.
“Sebelum terjun kami sudah dibekali ilmu mengajar Alquran. Ini menjadi pengalaman bagi kami untuk mengajar di sekolah-sekolah,” ucapnya.
Ia yang mengajar di SMP 4 Majalengka mengatakan, selain mengajarkan Alquran mereka juga menyisipkan materi dasar keagamaan agar pembelajaran lebih menarik.
“Anak-anaknya baik. Selain pembelajaran Alquran kami juga menyisipkan ilmu dasar agama agar mereka tidak bosan,” katanya.
Program magang tersebut dinilai memberikan pengalaman positif bagi para siswa karena mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan mengajar Alquran di tengah masyarakat.
(Echa)





