SUBANG, TINTAHIJAU.com – Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (AP II), telah menorehkan sejarah baru dengan berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi di tahun 2024. Menjadi bukti dari komitmen dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, prestasi ini menempatkan Soekarno-Hatta di posisi yang membanggakan di kancah internasional.
Bandara Tersibuk di Asia Tenggara
Berdasarkan data OAG Aviation Worldwide Limited, Soekarno-Hatta berhasil meraih predikat sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara selama bulan April 2024. Keberhasilan ini didukung oleh kinerja yang impresif dalam hal jumlah penerbangan dan penumpang, mengungguli dua bandara pesaing utamanya di kawasan tersebut, yaitu Bandara Changi di Singapura dan Bandara Suvarnabhumi di Thailand.
Prestasi Dunia Menyusul
Selain menjadi bandara tersibuk di Asia Tenggara, Bandara Soekarno-Hatta juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam peringkat global. Dalam daftar World’s Top 100 Airport 2024 yang dirilis oleh Skytrax pada 17 April 2024, Soekarno-Hatta berhasil naik 15 level dari peringkat 43 pada tahun 2023 menjadi peringkat 28 dunia. Selain itu, dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang 60-70 juta per tahun, Soekarno-Hatta berada di peringkat 5 dunia.
Transformasi Bandara Menuju Kualitas Terbaik
Keberhasilan ini tidak lepas dari program Transformasi Bandara Soekarno-Hatta yang dijalankan sejak 2023. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari meningkatkan keindahan interior bandara (Airport Expression), peningkatan aspek operasional dan komersial, hingga pengalaman penumpang pesawat yang lebih baik (Customer Experience). Selain itu, digitalisasi pelayanan dan operasional (Digital Exploration) serta penambahan kapasitas penerbangan (Enroute Expansion) juga menjadi fokus utama dari program ini.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Agus Wialdi, menyatakan bahwa prestasi ini adalah yang tertinggi dalam sejarah Bandara Soekarno-Hatta. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh stakeholder dan dukungan penuh dari masyarakat, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perhubungan yang telah membawa Bandara Soekarno-Hatta meraih peringkat terbaiknya.
Pulih Cepat dari Dampak Pandemi
Selain itu, Dwi Ananda, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, menambahkan bahwa melalui program transformasi, bandara ini berhasil pulih cepat dari dampak pandemi COVID-19. Pada 2023, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 50,9 juta penumpang atau merefleksikan tingkat pemulihan sebesar 93% dibandingkan 2019. Hal ini menjadikan Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan sebagai The Most Recovered Airport pada Asia-Pacific Aviation Network Champions tahun ini.
Masa Depan yang Cerah
Dengan pencapaian yang membanggakan ini, Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan dan operasionalnya, menjaga kenaikan peringkat dunia pada tahun-tahun mendatang. Keberhasilan ini tentu menjadi dorongan semangat bagi seluruh personel di Bandara Soekarno-Hatta untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya penumpang pesawat yang menggunakan jasa bandara ini.





