SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Ratusan calon jemaah haji Kabupaten Subang mengikuti kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten tahun 2026 yang digelar di Aula Haji Kabupaten Subang, Minggu (05/04/2026) bertepatan dengan 17 Syawal 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang, H. Rojak, S.Ag., M.Si., mengatakan bimbingan ini bertujuan untuk membekali calon jemaah dengan pemahaman komprehensif terkait pelaksanaan ibadah haji.
“Manasik ini penting agar jemaah memahami rukun, syarat wajib, serta sunnah haji secara utuh, sehingga dapat meminimalisir kesalahan prosedur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembekalan tersebut diharapkan mampu melahirkan jemaah yang mandiri, sehat, dan meraih predikat haji mabrur.
Kegiatan manasik tingkat kabupaten ini merupakan puncak dari rangkaian bimbingan yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak 15 kali di tingkat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta 4 kali di tingkat kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Rojak juga memaparkan data jemaah haji Kabupaten Subang tahun 2026 yang mencapai 543 orang atau sekitar 120 persen dari kuota awal yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPH).
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 229 jemaah laki-laki dan 312 jemaah perempuan.
Adapun jemaah termuda tercatat atas nama Dian Setianti (20 tahun 9 bulan) asal Kecamatan Compreng. Sementara jemaah tertua adalah Ibu Ana (83 tahun 9 bulan) asal Kecamatan Pagaden.
Untuk keberangkatan, jemaah haji Subang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati (KJT) Indramayu yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).
Sebanyak 445 jemaah tergabung dalam Kloter 34 KJT yang dijadwalkan berangkat dari Asrama Haji Kabupaten Subang pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 14.30 WIB.
Sedangkan 108 jemaah lainnya masuk dalam Kloter 39 KJT yang akan berangkat pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 04.45 WIB. Kloter ini merupakan gabungan bersama jemaah dari Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa ratusan jemaah tersebut merupakan orang-orang terpilih yang mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji.
“Luruskan niat semata-mata lillahi ta’ala, dan tinggalkan atribut keduniawian. Di hadapan Allah SWT semua sama, yang membedakan hanya ketakwaannya,” pesannya.





