Ragam

Dedi Mulyadi: Modal Usaha dari Bank Emok Berujung Berantakan dan Bangkrut

×

Dedi Mulyadi: Modal Usaha dari Bank Emok Berujung Berantakan dan Bangkrut

Sebarkan artikel ini

PURWAKARTA, TINTAHIJAU.COM – Permasalahan yang kini kerap menjerat warga adalah keberadaan bank keliling, rentenir atau biasa dikenal juga dengan bank emok. Banyak warga yang terjerat utang tak mampu melunasi hingga menjadi masalah baru.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Kang Dedi Mulyadi (KDM) menilai bank emok kini menjadi problem di hampir setiap daerah di Indonesia. Masyarakat mudah mendapatkan pinjaman tapi sulit melunasi karena bunga yang tinggi.

“Saya sudah riset semua orang atau pedagang kecil yang modal usahanya dari bank emok itu tidak ada yang berhasil, usahanya berantakan, semuanya bangkrut,” ujar KDM saat kampanye terbatas di Desa Cibeber, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Selasa 19 Desember 2023.

Menurut pria yang juga Caleg DPR RI nomor urut satu Dapil Purwakarta, Karawang dan Kabupaten Bekasi dari Partai Gerindra itu, masyarakat tidak bisa fokus mengembangkan usaha karena setiap hari harus memikirkan bagaimana melunasi utang dan bunga bank emok yang tinggi.

Sehingga, kata KDM, saat Prabowo Subianto yang juga Capres nomor urut dua itu diundang dan diangkat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Koperasi Mekar Digital Sejahtera (MDS) di Purwakarta beberapa waktu lalu langsung merasa tersentuh dengan cerita para nasabah.

Bahkan purnawirawan jenderal bintang tiga itu tak kuasa menahan air mata karena masih banyak masyarakat terjerat bank emok. Tak sekadar mendapat gelar, Prabowo pun mengikhlaskan Rp 15 miliar sebagai suntikan modal koperasi tersebut.

“Itu sebagai bentuk konsen Pak Prabowo bahwa kalau koperasi itu berkembang maka bisa mengakses seluruh warga dan modal koperasinya terus bertambah. Maka dengan itu rakyat bisa terbebas dari jeratan rentenir dan bank emok,” ucapnya.

KDM mengatakan saat pertemuan Prabowo dengan masyarakat Purwakarta terungkap bahwa banyak karyawan yang saat ini ATM-nya ditahan salah satunya sebagai jaminan bank emok yang kini mulai banyak mengatasnamakan koperasi.

“Kita selesaikan sekarang tanpa harus menunggu nanti selesai pemilu, selesaikan secara bertahap. Seperti saya misalnya, satu-dua orang turut saya hadir untuk menyelesaikan hal itu,” ujarnya.

Disinggung soal solusi ke depan, KDM menyebut yang akan dilakukan dirinya bersama Prabowo Subianto adalah melakukan penguatan koperasi resmi seperti MDS yang saat ini baru menjangkau sekitar 14 ribu nasabah.

Ke depan, koperasi seperti itu harus diperluas dan dipermudah. Selain itu penguatan BUMDes pun dilakukan sebagai alternatif lain permodalan. Dengan catatan bunga yang ditawarkan rendah dan adanya unsur paksaan terhadap nasabah. Sebab fenomena saat ini masyarakat meminjam ke desa tapi tak melunasi karena tak ada unsur pemaksaan.

“Kalau di kita ini kan warga aneh-aneh, kalau bunga rendah mereka enggak bayar tapi kalau pinjam bank emok mereka bayar, kenapa? Karena ada unsur memaksa saat melakukan penagihan. Padahal di desa itu ada BUMDes yang bisa memberikan pinjaman lunak. Yah kan gitu orang Indonesia, harus ada pemaksaan dulu baru dibayar, kalau enggak gitu mana ada yang dibayar,” pungkas KDM.