SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Memasuki hari ke-8 bulan suci Ramadan, umat Islam kembali diingatkan untuk memperluas makna ibadah, tidak hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga kepedulian sosial. Doa hari ke-8 Ramadan mengandung permohonan agar diberikan rahmat, kelembutan hati, serta lingkungan pergaulan yang baik.
Doa ini menekankan pentingnya menyayangi anak yatim, gemar memberi makan, menebarkan salam, serta bersahabat dengan orang-orang yang berakhlak mulia. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari ajaran Islam yang menumbuhkan solidaritas dan kebaikan di tengah masyarakat.
Sebagaimana dikutip dalam buku Step by Step Puasa Ramadan bagi Orang Sibuk karya Gus Arifin, berikut bacaan doa hari ke-8 Ramadan lengkap dengan latin dan artinya:
Arab:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ، وَاطْعَامَ الطَّعَامِ، وَافْشَاءَ السَّلَامِ، وَصُحْبَةَ الْكِرَامِ، بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْأَمِلِينَ
Latin:
Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm, wa ith‘âmath tha‘âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika yâ Malja-al âmilîn.
Artinya:
“Ya Allah, karuniakan kepadaku di dalamnya rasa sayang kepada anak-anak yatim, kemampuan memberi makan, menebarkan salam dan berteman dengan orang-orang yang berakhlak mulia dengan kemurahan-Mu, wahai tempat bersandar para pengharap.”
Doa ini mengajarkan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum membangun empati dan memperkuat ukhuwah. Kepedulian terhadap anak yatim dan kebiasaan berbagi menjadi cerminan ketakwaan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengamalkan doa hari ke-8 ini, diharapkan umat Islam semakin terdorong untuk memperbanyak amal sosial, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan dengan sesama selama bulan penuh berkah ini.





